
MALANG KOTA– RADAR MALANG-Beralih ke motor listrik bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Bagi pengemudi ojek online (ojol), kendaraan listrik menawarkan harapan baru untuk menekan biaya operasional sekaligus ikut menjaga kualitas udara perkotaan. Di tengah tingginya mobilitas dan persaingan mencari penumpang, penghematan energi menjadi salah satu cara agar pendapatan yang dibawa pulang semakin optimal.

Pengalaman itu dirasakan Aryo Bagus Kamajaya, 28, pengemudi Maxim di Malang. Sejak Juli 2025, dia mengandalkan motor listrik untuk bekerja setiap hari. “Biaya pengisian daya sekitar Rp5 ribu hingga Rp6 ribu sekali cas, bisa dipakai hampir seharian”katanya. Pengeluaran energinya jauh lebih hemat dibandingkan menggunakan BBM. Sementara itu, Guntur, 50, pengemudi Grab EV merasakan kemudahan teknologi pengisian daya cepat. “Cukup 30 menit di cas sudah full, bisa menempuh jarak hingga 160 KM” jelasnya.

Lebih dari sekadar urusan ekonomi, penggunaan motor listrik juga membawa manfaat bagi lingkungan. Kendaraan tanpa emisi gas buang dari knalpot berpotensi membantu mengurangi polusi udara dan kebisingan di jalanan Kota Malang.

Di tengah perubahan tersebut, dukungan infrastruktur menjadi faktor penting. PLN melalui layanan dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik memiliki peran strategis dalam memperluas akses pengisian daya, memberikan kemudahan bagi pengguna, serta mendorong percepatan transisi energi bersih.

Bagi para pengemudi ojol, motor listrik bukan hanya alat mencari nafkah, tetapi juga bagian dari harapan menuju transportasi yang lebih hemat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.





