Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diminati Anak muda, Sering Digelar di Kafe

B
Penulis: Bayu Mulya Putra❯
DIGANDRUNGI ANAK MUDA: Salah satu peserta Pottery Class Matahati Ceramics di di Perumahan Wastu asri, Junrejo, Kota Batu mempraktikkan cara membentuk keramik, Kamis lalu (26/12).
DIGANDRUNGI ANAK MUDA: Salah satu peserta Pottery Class Matahati Ceramics di di Perumahan Wastu asri, Junrejo, Kota Batu mempraktikkan cara membentuk keramik, Kamis lalu (26/12).

HAMPIR tiap akhir pekan, Kampung Keramik Dinoyo ramai dengan wisatawan.


Advertisement

Terlebih saat momen libur panjang seperti sekarang.

Selain berwisata, mereka juga ingin belajar tentang produksi keramik.

Mulai dari proses pembuatan, pewarnaan, hingga pembakaran.

Advertisement

Ya, sejak 2016 lalu, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Keramik Dinoyo membuka kelas-kelas pelatihan atau workshop membuat keramik. Kelas itu sempat berhenti saat pandemi Covid-19.

Namun kini workshop itu mulai bergeliat lagi.

Ketua Pokdarwis Kampung Keramik Dinoyo Syamsul Arifin menjelaskan, workshop membuat keramik sebenar nya sudah dimulai sejak tahun 2000 an.

Advertisement

Namun di Dinoyo, baru dikoordinir pada 2016.

Selain Pokdarwis, ada karang taruna yang mengoordinir.

Syamsul menyebut, setiap pekan minimal ada dua rombongan yang datang untuk mengikuti workshop membuat keramik.

”Satu rombongan bisa 50 sampai 200 orang,” tuturnya.

Biaya setiap orang yang mengikuti workshop senilai Rp 50 ribu.

Setiap peserta juga diperbolehkan membawa pulang keramik hasil karya masing-masing.

Sebelum melakukan workshop, biasanya wisatawan terlebih dahulu diajak melihat proses membuat keramik di salah satu rumah produksi di sana.

Kemudian workshop dilakukan di gedung bekas pabrik keramik yang berada tidak jauh dari sana.

”Di sana, peserta belajar membentuk gelas atau benda yang diinginkan,” imbuhnya.

Namun menurut Syamsul beberapa wisatawan juga turut membeli keramik produksi Kampung Keramik Dinoyo untuk oleh-oleh.

Mayoritas wisatawan yang datang kesana merupakan rombongan dari luar kota.

Seperti Surabaya dan Jakarta. Namun tak jarang juga dari Kota Malang.

”Karena kan ada muatan lokal di sekolah untuk mengenal potensi daerah. Biasanya mereka diajak mengunjungi Kampung Keramik langsung,” tuturnya.

Syamsul menyebut bila pihaknya intens melakukan promosi terhadap paket workshop tersebut.

Salah satunya dilakukan lewat event Festival keramik dan Padhang Bulan.

”Kalau Padhang Bulan nanti akan lebih mempromosikan mainan-mainan anak dari keramik,” tambahnya.

Anisa Berliana Meisiani, perajin keramik lainnya di sana mengakui bila workshop membuat keramik cukup digemari saat ini.

Perempuan yang akrab disapa Erlin tersebut meneruskan usaha milik ibunya, yakni toko keramik di Dinoyo yang sudah berdiri sejak 1991.

Sementara workshop membuat keramik sudah dimulai dia sejak 2006.

Erlin lebih banyak menggelar workshop dengan menggandeng kafe-kafe di Kota Malang.

Ada sekitar 50 kafe yang saat ini sudah bekerja sama dengan workshop yang dia namai Lokakaryans tersebut.

”Ini lebih untuk menyasar kalangan Gen Z,” tuturnya.

Lokakaryans juga banyak mendapat permintaan mengadakan kelas privat di acara-acara ulang tahun atau perkumpulan kantor.

Karena bekerja sama dengan kafe, tarif workshop-nya sedikit lebih tinggi.

Sekitar Rp 85 ribu sampai Rp150 ribu. Tergantung bundling dengan menu-menu di kafe.

Saat ini, dia tengah menyiapkan studio yang lebih nyaman di kampung keramik Dinoyo.

”Pertengahan Januari 2025 nanti workshop bisa digelar di studio,” tambahnya. (dur/by)

Advertisement
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Madrasah, Tim Pengmas FILKOM UB Kembangkan Sistem Informasi Akademik “Mafazati” di Kamal,

Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Madrasah, Tim Pengmas FILKOM UB Kembangkan Sistem Informasi Akademik “Mafazati” di Kamal,

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menunjukkan komitmen dalam mendukung digitalisasi pendidikan di daerah.

FILKOM UB Adakan Pelatihan AI Generatif NotebookLM untuk Optimalisasi Kinerja Pengajar Madrasah Diniyah di Kamal Bangkalan

FILKOM UB Adakan Pelatihan AI Generatif NotebookLM untuk Optimalisasi Kinerja Pengajar Madrasah Diniyah di Kamal Bangkalan

tim pengabdian kepada masyarakat dari FILKOM UB menyelenggarakan kegiatan pelatihan pemanfaatan NotebookLM sebagai asisten pembelajaran digital di Madura

Belajar Green Energy melalui Praktik, FTUB Kenalkan Energi Terbarukan kepada Siswa MI BAIPAS

Belajar Green Energy melalui Praktik, FTUB Kenalkan Energi Terbarukan kepada Siswa MI BAIPAS

Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) terus mendorong edukasi energi bersih sejak usia dini. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Departemen Teknik Elektro, FTUB menggelar pelatihan dasar pemanfaatan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer