Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Momen Pertahankan Eksistensi dan Lokalitas

A
Penulis: A. Nugroho❯
KOLEGA: Perwakilan Regent’s Park Hotel dan  Manajemen CitraLand Puncak Tidar Malang hadir di Kantor Jawa Pos Radar Malang untuk mengucapkan selamat.
KOLEGA: Perwakilan Regent’s Park Hotel dan Manajemen CitraLand Puncak Tidar Malang hadir di Kantor Jawa Pos Radar Malang untuk mengucapkan selamat.

MALANG KOTA – Hari yang bersejarah itu tiba. Kemarin (20/5), Jawa Pos Radar Malang genap berusia 26 tahun. Perayaan sederhana, namun penuh makna dilakukan para karyawan. Ada simbolisasi berupa menerbangkan pesawat kertas. Simbol misi mempertahankan eksistensi dan kemauan untuk terus meningkat.


Advertisement

 

Sejumlah kolega tak ketinggalan ikut memeriahkan suasana. Ada pelaku bisnis perhotelan, properti, hingga kampus yang dating menyampaikan ucapa  selamat. Seperti dilakukan perwakilan Regent’s Park Hotel, Hotel Swiss-Belin, Ascott Group, Hotel Ibis, dan Manajemen CitraLand Puncak Tidar Malang.

 

Advertisement

MC Rulli Suprayugo, perwakilan Universitas Ma Chung, dan perwakilan MS Glow Aesthetic Clinic juga hadir. Ucapan selamat juga disampaikan sejumlah tokoh lewat rekaman video. Seperti disampaikan Staf Khusus Presiden RI Bidang Haji Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, Mensos RI Saifullah Yusuf, dan para kepal daerah di Malang Raya.

 

”Lokalitas adalah ciri khas kami, bahkan sudah nyaris hiperlokal,” ujar Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya. Sejak didirikan pada 1999 hingga sekarang, Jawa Pos Radar Malang konsisten mengawal isu-isu lokal di Malang Raya. Termasuk memelototi kebijakan tiga pemerintah daerah (pemda) sebagai bentuk kontrol sosial.

Advertisement

 

Tidak mudah mempertahankan eksistensi koran di tengah gempuran media online. Karena itu, prinsip yang diusung bukan melawan hegemoni dunia digital. Namun menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Singkatnya tercantum dalam jargon ’More Than Newspaper’. Muaranya, spirit jurnalistik tetap terjaga.

 

”Di situ peran kami penting di Malang Raya, untuk menjaga lokalitas agar tidak ikut melebur dalam identitas global,” lanjut Tauhid. Dia meyakini bahwa di balik identitas daerah yang kuat, ada peran besar dari media di dalamnya. (aff/by)

Advertisement

Artikel Terkait

Ngaji Jumat Ihya Ulumuddin: 3 Bahaya Lisan menurut Al Ghazali, Salah Satunya NATO

Ngaji Jumat Ihya Ulumuddin: 3 Bahaya Lisan menurut Al Ghazali, Salah Satunya NATO

..tentang kecenderungan orang yang berbusa-busa dalam ajaran agama, sementara kelebihan pada hartanya justru ditahan-tahan untuk bersedekah. Dalam ungkapan modern populer, no action talk only (NATO).

Ngaji Jumat Ihya Ulumuddin: Mulutmu Harimaumu, Lebih Baik Diam jika Tidak Bisa Bicara Baik

Ngaji Jumat Ihya Ulumuddin: Mulutmu Harimaumu, Lebih Baik Diam jika Tidak Bisa Bicara Baik

Sahabat Muadz bin Jabal pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apakah kita juga akan diambil tindakan karena apa yang kita ucapkan, ya Rasulullah?”

Ngaji Jumat Ihya Ulumuddin: Umar Pun Benci Umatnya yang Malas

Ngaji Jumat Ihya Ulumuddin: Umar Pun Benci Umatnya yang Malas

Umar bin Khattab berkata, “Jangan sekali-kali seorang di antara kamu semua hanya duduk-duduk dan tidak suka berusaha untuk mencari rezeki. Tidakkah kamu semua tahu jika langit tak akan menurunkan hujan emas atau perak?

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer