Ketua Karang Taruna Rahmat Fauzi, Selasa (17/11), mengatakan dipasangnya spanduk peringatan tersebut karena imbas dari pembangunan Kayutangan Heritage sehingga akses jalan banyak yang ditutup. Kondisi ini membuat pengguna jalan memanfaatkan Jembatan Pelor sebagai jalan alternatif.
Namun, kata Fauzi, banyaknya pengguna jalan yang melintas tidak diiringi oleh etika menggunakan jalan yang baik, sehingga warga Gang XIII Kelurahan Samaan pun berinisiatif untuk memberikan banner peringatan.
“Puncaknya ketika minggu lalu teman saya terserempet motor, jadinya kami putuskan untuk membuat spanduk ini agar pengguna sepeda motor berkendara dengan baik dan nggak kenceng-kenceng. Bahkan kami untuk menyebrang jalan selebar dua meter ini saja harus menunggu lama,” ujar pemuda yang akrab disapa Ozi itu.
Ozi mengaku awalnya bingung akan membuat spanduk apa agar peringatan tersebut diperhatikan oleh pengguna jalan.“Akhirnya kami memutuskan untuk memakai gambar Suzanna. Sebab di Jembatan Pelor ini pernah ada yang melakukan bunuh diri 3 kali dan mati semua,” papar Ozi.
Ozi dan kawan-kawan mengatakan bahwa akan membuat spanduk lagi dari arah Jalan Oro-oro Dowo. “Kami sedang membuat spanduk lagi, tapi masih kami desain biar menarik perhatian pengguna jalan,” tukasnya.
Pewarta: Errica Vannie A Editor : Editor : Hendarmono Al S.