"Kalau se-Indonesia ada 100 terbaik yang ikut. Tujuannya tentu saja pembangunan yang tepat sasaran dengan mengoptimalkan penggunaan dan pemanfaatan data statistik," terang Kepala BPS Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini.
Untuk menjadi Desa Cantik, setiap kelurahan yang terpilih mendapat pelatihan olah data. "Terutama di monografi kelurahan untuk ditampilkan supaya dapat dipahami oleh masyarakat luas," imbuhnya.
BPS Kota Malang memilih Sukoharjo karena pertimbangan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan faktor pendukung lainnya seperti sinyal internet. "Mereka mengoptimalkan website kelurahan dengan pemutakhiran serta memperhatikan data profil desa dan kelurahan (prodeskel) selama dua tahun terakhir, ini menunjukkan mereka peduli data. Selain itu di sana sudah tersedia sinyal 3G dan 4G yang sangat kuat," beber dia.
Hasil akhir dari program ini ialah terciptanya komunitas statistik di level Kelurahan dan Desa. "Selain itu juga standardisasi pengolahan data agar terjaga kualitas dan perbandingannya," ujar dia. Tentu, ini juga diharapkan akan diikuti oleh kelurahan lain se-Kota Malang.
Selama program ini berlangsung, BPS menerjunkan tim untuk mengecek ketersediaan data di Kelurahan. "Ini disebut Pembinaan dan Sosialisasi Pusat Pembelajaran Statistik (PULSA). Untuk mengecek ketersediaan data dan pembuatan publikasi dan info grafis terkait profil kelurahan yang kini sedang berlangsung proses pendampingannya," pungkas Erny.
Pewarta: Biyan Mudzaky
BPS Kota Malang
Editor : Ahmad Yani