Pantauan Jawa Pos Radar Malang, paving penutup saluran drainase tersebut semrawut. Lokasinya tepat di depan kantor lembaga bimbingan belajar. Kemarin (14/3), seorang pekerja sedang memperbaiki saluran drainase tersebut.
”Saat hujan lebat kemarin (Selasa lalu, 14/3), salurannya ambles. Kebetulan airnya juga sedang tinggi,” ujar Branch manager bimbingan belajar di Jalan Bandung Nomor 14 Khikmah Alulya.
Dia mengatakan, amblesnya saluran drainase bersamaan dengan hujan yang turun dengan lebat. Karena terperosoknya seorang pengendara motor, dia membenarkan. Korbannya adalah pegawai di kantornya. ”Karena kejadian itu (terperosok) motor pegawai saya jadi tidak bisa menyala. Alhamdulillah, langsung ditangani,” katanya.
Sementara itu, seorang pengawas pekerja perbaikan saluran drainase, Fatchul Rohim Hardika menjelaskan, saluran drainase mengalami ambles dan rusak. Kerusakan terjadi pada bagian beton base yang pecah, sehingga menutupi saluran. Ditambah lagi, lanjutnya, saluran yang ada merupakan saluran lama dan terkena akar pohon.
”Untuk saluran yang rusak memiliki panjang satu meter dengan kedalaman sekitar 2,5 meter. Jadi kami melakukan perbaikan,” terang Fatchul di sela-sela meninjau lokasi amblesnya saluran drainase Jalan Bandung kemarin. ”Usianya seperti lebih dari sepuluh tahun,” tambahnya.
Terpisah, Staf Seksi Drainase Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Yocky Agus Firmanda mengungkap penyebab amblesnya saluran drainase. ”Itu karena akar pohon dan kikisan air permukaan. Akibatnya, bagian saluran jebol dan mengakibatkan bagian dalamnya buntu,” katanya.
Karena itu, kata Yocky, terjadi luapan air dan dinding saluran terkikis. Sehingga terjadilah sink hole yang cukup luas. Namun, katanya, kejadian seperti ini bukan hal yang baru. ”Sering terjadi. Terlebih lagi konstruksi saluran sudah tua dan rentan,” pungkasnya. (mel/dan) Editor : Mahmudan