Kepala UPT Terminal Arjosari Hadi Supeno menuturkan, puncak arus mudik H-3 Lebaran akan didominasi penumpang bus Antarkota Dalam Provinsi (AKDP). Seperti trayek Malang-Blitar, kemudian Malang-Probolinggo, dan Malang-Surabaya.
”Kemungkinan akan ada kenaikan karena sudah menjelang cuti bersama,” kata dia, kemarin.
Kemudian dia menyampaikan dengan meningkatnya volume penumpang, bakal terjadi kenaikan harga tiket bus. Namun, kenaikan itu tidak berlaku untuk bus ekonomi.
”Batas normal itu berlaku untuk bus ekonomi, yang mengeluarkan itu adalah gubernur (Jawa Timur). Jadi belum ada perubahan," tegasnya.
Sementara itu, pada mudik Lebaran tahun ini pihaknya memastikan ada 357 armada bus yang berangkat dari Terminal Arjosari.
Salah satu Petugas Agen Tiket Bus Medali Mas Vincent mengatakan, penjualan tiket bus naik sudah mulai sejak 12 April. Menurutnya, penjualan tiket bus tahun ini naik antara 70-80 persen dibandingkan tahun lalu. Dan dengan lonjakan pemesanan itu, mendongkrak harga tiket bus antara 30-40 persen dari tarif normal.
”Kebetulan di tahun ini untuk ke segala jurusan ramai, karena tahun ini juga tidak ada pembatasan soal Covid-19, tidak seperti tahun sebelumnya," bebernya.
Bahkan, Vincent menuturkan, ada beberapa tiket keberangkatan yang telah habis. Mayoritas tiket yang habis terpesan jurusan ke arah Jawa Tengah, meliputi Solo, Semarang, Tegal, Pekalongan hingga Brebes.
”Keberangkatan didominasi tujuan Jawa Tengah dan sudah penuh. Sementara ke Jakarta, masih banyak yang tersisa. Biasanya arus balik ke Jakarta yang ramai," pungkas Vincent. (adk/adn) Editor : Aditya Novrian