Hasil UKD nantinya digunakan sebagai syarat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP jalur prestasi. Sehingga dipastikan seluruh SD negeri mengikuti UKD tersebut. Sedangkan untuk SD swasta sifatnya opsional, boleh ikut dan boleh juga tidak.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Dodik Teguh Pribadi mengatakan, SD swasta juga ditekankan untuk mengikutkan peserta didik kelas 6 dalam UKD itu. Jika tidak, katanya, kesempatan siswa untuk diterima di SMP negeri akan pupus.
Dia menyebut ada beberapa alasan SD swasta tidak ikut UKD. ”Misalnya, SD Bina Bangsa tidak mengikuti UKD karena sekolah tersebut menggunakan kurikulum internasional,” ujar Dodik kemarin.
Selain itu, dia mengatakan, ada pula SD swasta yang tidak mengikuti UKD lantaran tidak memiliki peserta didik kelas 6. Misalnya SDK Brawijaya dan SD Sriwedari. Sekolah swasta yang tak ikut UKD sudah membuat surat pernyataan ketidakikutsertaan.
Hal itu untuk mengantisipasi protes wali murid. Sebab, tahun lalu ada beberapa wali murid yang protes karena anaknya tak dapat mendaftar ke SMP negeri melalui jalur prestasi. Atas dasar itu, Dodik menekankan terutama bagi sekolah swasta yang tak mau mengikuti UKD agar sudah melakukan koordinasi dengan wali siswa. “Selanjutnya membuat surat pernyataan yang disampaikan kepada kami,” ucapnya.
Di tempat lain, Kepala SDN Sumbersari 1 Agus Sri Wulan mengatakan, UKD hari pertama berjalan lancar. Sekolahnya hanya melakukan UKD sesi satu saja. Sebab, SDN Sumbersari 1 hanya memiliki satu rombongan belajar (rombel). “Yang punya dua rombel kan sampai sesi dua,” ungkapnya.
Agus menyampaikan, ada 28 siswanya yang mengikuti UKD. Segala persiapan sudah dilakukan secara matang, termasuk potensi kendala yang terjadi saat pelaksanaan UKD. Misalnya lampu mati atau koneksi internet terganggu. “Kalau untuk lampu mati, kami sudah punya genset sendiri. Sehingga tidak khawatir lagi jika sewaktu-waktu listrik mati,” tandasnya.(dre/dan) Editor : Mahmudan