MALANG KOTA - Langkah Pemkot Malang untuk menjadikan Kajoetangan Heritage steril dari kabel udara masih jauh dari kata berhasil. Sejak akhir 2022 mereka sudah mendata puluhan provider yang memiliki kabel di sepanjang Jalan Jenderal Basuki Rahmat. Namun yang sudah memindah kabel mereka ke ducting di bawah tanah baru tiga provider.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R Dandung Djulharjanto menyebut, tiga provider itu adalah Telkom, Fiberstar, dan Moratel. Telkom juga berencana berencana membersihkan seluruh tiang besi milik mereka sebelum pertengahan Agustus.
Berdasar data terakhir, di sisi barat Jalan Basuki Rahmat, sejak kantor PLN hingga Mal Sarinah, terdapat kabel milik 14 provider. Sedangkan di sisi timur ada kabel milik 20 provider. Sisanya masih ada kabelkabel yang tidak memiliki label, sehingga tidak diketahui milik provider mana.
”Data per Desember 2022, kurang lebih 34 provider yang memiliki kabel di Kajoetangan Heritage. Kalau sekarang sudah berkurang karena ada tiga provider yang sudah memindahkan kabel ke bawah tanah,” terangnya.
Tak hanya melakukan pendataan, pemkot juga sudah pernah menyampaikan ke seluruh provider yang memiliki kabel di Kajoetangan Heritage untuk melakukan ducting. Namun, nama label pada kabel tidak selalu sama, sehingga menyulitkan tracking kepemilikan provider. Selain itu, setiap kabel memiliki kapasitas yang berbeda-beda.
Dia berharap tiga provider yang sudah melakukan ducting bisa menjadi contoh bagi provider yang lain. Di Kajoetangan Heritage, Dandung memperkirakan ducting yang ada mampu mengakomodasi kabel dari 10 sampai 20 provider. Kapasitas kabel yang mampu ditampung pun cukup besar, yakni yang memiliki lebar 40 sampai 60 sentimeter. ”Selain di Kajoetangan, kami juga menata kabel di Jalan A. Yani,” jelasnya.
Di tempat lain, General Manager (GM) Telkom Malang Sonny Hidayat membenarkan pernyataan Dandung. Sebelum 17 Agustus dia memastikan seluruh tiang milik Telkom di Kajoetangan Heritage sudah bersih. Termasuk di kawasan lain, seperti Jalan Semeru dan sekitarnya.
Sembari menunggu penataan kabel secara menyeluruh, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang juga berupaya melakukan penataan di beberapa titik. Kepala Diskominfo Kota Malang Nur Widianto menyampaikan bahwa saat ini upaya dilakukan berdasar laporan.
”Terakhir, kami mendapat permohonan untuk menangani pergeseran titik tiang provider di Jalan Wilis,” terang pria yang akrab disapa Wiwid itu. Sebelumnya, Diskominfo juga sudah menyasar beberapa lokasi berdasar clustering. Misalnya, dari area double track exit tol Madyopuro menuju Jalan Mayjen Sungkono.
”Kemudian ada kawasan Jalan Borobudur, Jalan Kawi, Jalan Dieng, dan Jalan Ijen,” tandasnya. (mel/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana