Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengulik Aktivitas Komunitas Sepeda Tua di Kota Malang

Mahmudan • Minggu, 6 Agustus 2023 | 17:35 WIB

 

LINTAS DAERAH: Komunitas sepeda ontel dari kontingen Jogjakarta melintasi kawasan Kajoetangan Heritage, Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang.
LINTAS DAERAH: Komunitas sepeda ontel dari kontingen Jogjakarta melintasi kawasan Kajoetangan Heritage, Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang.

 

Berawal dari kesamaan hobi, profesor bisa berkumpul dengan tukang las, tukang jahit, hingga pedagang sayur. Mereka mengayuh sepeda bersama-sama, lalu menggelar acara rutin. Itulah aktivitas Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Kota Malang.

PULUHAN sepeda onthel parkir berderet di depan Museum Brawijaya, Jalan Ijen, Minggu lalu (30/7). Semuanya masuk kategori sepeda tua. Rupanya, deretan sepeda tua tersebut milik anggota Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Kota Malang.

Hampir setiap Minggu pagi, mereka berkumpul di Jalan Ijen. Di kawasan tersebut juga digelar Car Free Day (CFD). Selain rutin berkumpul di area CFD, anggota Kosti juga bertemu saat perayaan hari-hari besar nasional, seperti hari lahir Pancasila, hari pahlawan, dan hari kemerdekaan yang diperingati setiap 17 Agustus.

”Setelah upacara, biasanya kami bersepeda bareng dan berziarah ke makam pahlawan,” tutur Ketua Kosti Kota Malang Dr Endri Mustofa SKep Ners SPsi MKes MPsi saat bersantai di kawasan Jalan Ijen tersebut. 

Di tengah kesibukannya sebagai Kasi Tata Usaha Urusan Dalam (TUUD) RST Dr Soepraoen, Endri menyempatkan waktunya untuk berkumpul dengan anggota komunitas. ”Kami sering berkumpul dan menggelar acara bersama,” ujar pria yang juga dosen salah satu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) di Ambon itu

            Sejak berdiri pada 2008 silam, Kosti Kota Malang juga memiliki agenda rutin tahunan: Sowan. Agenda tersebut mengundang penggemar sepeda tua dari seluruh Indonesia. Mereka saling terhubung dengan Kosti di setiap kabupaten/kota lain.

Ketika Kosti di masing-masing daerah menggelar acara, Endri bersama beberapa anggota Kosti Malang juga hadir. ”Biasa sampai Jepara, Bali, dan kota-kota lain,” tuturnya.

Apabila tidak ada kesibukan, dia juga turut serta dalam event-event tersebut. ”Kosti menjadi tempat berkumpul yang menyenangkan. Karena semua usia dan latar belakang melebur menjadi satu karena kesukaan yang sama, yakni sepeda tua,” kata dia. 

Alasan dia menyukai sepeda tua juga beraneka ragam. Tak jarang sepeda yang dimiliki anggota memiliki historis tersendiri. Beberapa merupakan sepeda yang digunakan berangkat sekolah semasa kecil. Ada juga yang pemberian dari orang tuanya.

Hingga kini, ada 200 anggota Kosti Kota Malang yang aktif. Mereka berasal dari berbagai latar belakang. "Mulai dari pedagang di pasar, tukang las, tukang jahit, penjual bakso, hingga profesor ada di dalamnya," tambahnya. 

Endri menyukai sepeda tua maupun model baru. Untuk sepeda tua, dia mengoleksi dua sepeda dengan merek gazelle yang dibeli dengan harga Rp 25 juta. "Saya suka karena unik. Sepeda itu dulu biasa dipakai oleh para meneer Belanda," terangnya. 

Saat berkumpul, mereka sering berbagi pengalaman atau ilmu mengenai sepeda tua. Beberapa anggota juga merupakan kolektor sepeda tua, sehingga terbiasa memamerkan koleksinya, atau bahkan beberapa juga menjadi ajang jual beli sepeda tua.

Selain itu, mereka juga ingin mengenalkan sepeda tua kepada masyarakat luas. Sepeda-sepeda tersebut lah yang dahulu digunakan oleh para pejuang sebagai alat transportasi. ”Ini kami sudah usulkan untuk bisa dipakai di Kajoetangan Heritage, seperti di Kota Tua Jakarta," kata Endri.(dur/dan)

 

 

 

Editor : Mahmudan
#bumi arema #Profesor #sepeda tua #Kota Malang #hobi #komunal