MALANG KOTA – Proyek pembangunan Water Treatment Plant (WTP) atau instalasi pengolahan air yang sempat distop, sebentar lagi bakal dilanjutkan. Sebab, izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) yang sebelumnya dipersoalkan, hasil revisinya diperkirakan rampung pekan ini.
Seperti diberitakan, proyek WTP untuk mengolah air sungai Bango dihentikan sementara waktu sejak Senin lalu (6/11). Alasan pemkot menghentikan karena proyek hasil kerja sama Perum Jasa Tirta (PJT) 1 dengan Perumda Tugu Tirta itu belum mengantongi amdal.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota MalangTri Santoso menerangkan, hingga kemarin (13/11), proses reivisi perizinan amdal mencapai 75 persen. Saat ini pihaknya sedang mencermati berkas yang sudah dikirim oleh kontraktor yang ditunjuk PJT 1. "Saat ini kami masih pemrosesan materi amdal seperti Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)," terangnya.
Setelah dibahas di internal penilai amdal, dia mengatakan, proses selanjutnya diberikan kembali kepada kontraktor untuk merevisi jika ada kekurangan. "Setelah disampaikan, tinggal tahap akhir jika ada kekurangan. Kemudian revisi disampaikan kepada kami, proses penilaiannya rampung," tutur pria yang akrab disapa Trisan itu
Waktu revisi hingga berkas dinyatakan lengkap diperkirakan membutuhkan waktu cepat, tidak lebih dari seminggu. "Tapi itu tergantung bagaimana mereka (kontraktor penggarap WTP) menyusun. Kalau revisinya lebih cepat, hasilnya juga lebih cepat juga," tandas pejabat eselon III B Pemkot Malang itu.
Lebih lanjut, Trisan menyampaikan, dalam hal perizinan Amdal, DLH hanya bertugas melakukan penilaian. Untuk penerbitan izin merupakan wewenang Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTS) Kota Malang.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono berharap proses penyusunan amdal segera rampung. Karena sebelumnya target penyediaan air baku sebesar 200 liter per detik rampung Desember depan. Ketika pengerjaan terhenti lama, dia khawatir target yang sudah ditentukan tidak bisa terpenuhi.
"Air baku ini kebutuhan yang sangat penting, karena ketika ada pipa yang mengalami gangguan, banyak pelanggan yang terpengaruh,” katanya. ”Dengan adanya sumbangsih dari WTP diharapkan tidak ada permasalahan kekurangan air bersih lagi," tambah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. (adk/dan)
Editor : Mahmudan