MALANG KOTA - Calon legislatif (caleg) PDIP Kota Malang mengemban tugas ganda dalam masa kampanye Pemilu 2024. Selain mempromosikan diri sendiri, mereka juga wajib mengampanyekan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut tiga. Yakni Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Kampanye pasangan capres dan cawapres itu dilakukan dalam beberapa cara. Seperti pemasangan baliho caleg dengan wajib menyertakan foto Ganjar-Mahfud. Hal itu sudah diterapkan kader PDIP di lapangan.
Pada alat peraga kampanye (APK) yang dipasang, para caleg juga wajib menyosialisasikan visi dan misi pasangan capres dan cawapres tersebut. Seluruh baliho caleg PDIP kini sudah terpasang foto capres dan cawapres tersebut. Posisinya pun kompak berada di atas foto caleg.
Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Malang Eko Herdiyanto menyampaikan, para caleg sudah diinstruksikan memasang APK wajib lengkap dengan foto Ganjar-Mahfud. Instruksi tersebut sudah diberikan sebelum masa kampanye. Cara tersebut dilakukan sebagai salah satu dukungan para kader untuk memenangkan capres-cawapres tersebut.
”Sudah tersebar di beberapa titik seperti di bahu jalan bahkan hingga medsos kader jadi media kampanye,” kata Eko.
Eko menuturkan kampanye yang dilakukan para caleg tidak hanya menambahkan foto Ganjar-Mahfud. Setiap turun atau sosialisasi kepada masyarakat, caleg juga memaparkan visi dan misi pasangan nomor urut tiga itu.
”Saat ini masih dalam periode kampanye terbatas. Jadi caleg dari kami memberikan sosialisasi pada masyarakat di sekitar rumah tinggal mereka," tutur Eko.
Terutama visi pasangan Ganjar-Mahfud yang ingin gerak cepat dalam mewujudkan negara maritim yang adil dan lestari. Para kader PDIP sudah diberi arahan agar bisa menyampaikan pesan tersebut ke masyarakat dengan baik. Mengingat ke depan visi misi Ganjar-Mahfud dalam rangka Indonesia menjadi lebih baik.
Bahkan untuk Kota Malang sekalipun. Eko ingin semua kader bisa menyampaikan turunan visi dan misi tersebut sesuai kondisi di kota pendidikan. Mengingat para caleg yang berjuang saat ini punya keunggulan, yakni mampu membawa perubahan positif untuk lima tahun mendatang.
”Beberapa cara seperti bimbingan teknis hingga koordinasi pemenangan sudah kami lakukan. Tinggal bagaimana implementasi di lapangan,” jelas Eko.
Pria yang juga merupakan anggota DPRD Kota Malang itu menambahkan, diperkirakan kampanye akbar baru dilakukan pada Januari tahun 2024. Pihaknya kini masih menunggu aturan jelas dari KPUD Kota Malang. (adk/adn)
Editor : Aditya Novrian