MALANG KOTA – Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi kampus menggelar aksi di depan balai Kota Malang kemarin (7/12). Dalam aksi yang berlangsung sekitar pukul 13.00 itu, mereka membentangkan spanduk bertuliskan ”lawan tirani” dan ”Ini dinasti, bukan demokrasi” serta beberapa poster lain.
Ada beberapa permasalahan yang disoroti oleh para mahasiswa. Di antaranya ambang batas keterlibatan perempuan, dugaan penggunaan lembaga negara untuk memenangkan pasangan calon (paslon) tertentu, dan cuti pejabat negara dalam kontestasi politik.
Salah satu peserta aksi sekaligus Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) Universitas Brawijaya Rafly Rayhan Al Khajri mengatakan, pihaknya juga mengusung tiga isu. Yakni menolak nepotisme, supremasi hukum, serta save demokrasi. "Kami berharap ke depan pemerintah bisa mengeluarkan gagasan-gagasan yang lebih konkret. Ini menjadi bentuk kritik kami terhadap negara," ujar Rafly.
Di samping beberapa permasalahan tingkat pusat, pihaknya juga menyoroti persiapan pemilihan pada tingkat daerah. Rafly melihat bahwa Malang butuh perhatian. "Saya melihat ada kecenderungan sebagian masyarakat dalam melakukan golput karena kasus tragedi Kanjuruhan," terang dia.(mel/dan)
Editor : Mahmudan