Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Proyek Jalan Tembus Danau Jonge Sawojajar Malang Mandeg, Ini Alasannya

Bayu Mulya Putra • Senin, 20 Mei 2024 | 19:27 WIB

 

TERKENDALA LAHAN: Proyek Jalan Tembus Danau Jonge-Sulfat sudah terhenti sejak 2021. Area jalan yang belum dibangun sepanjang 200 meter.
TERKENDALA LAHAN: Proyek Jalan Tembus Danau Jonge-Sulfat sudah terhenti sejak 2021. Area jalan yang belum dibangun sepanjang 200 meter.

MALANG KOTA - Proyek Jalan Tembus Danau Jonge-Sulfat tampaknya belum bisa dilanjutkan tahun ini.

Sebab, belum ada alokasi anggaran yang diplot untuk proyek tersebut.

Untuk diketahui, proyek tersebut terhenti sejak 2021 lalu.

 Baca Juga: Target 2024 Tuntaskan Jalan Tembus Jonge-Sulfat

Sebelumnya, Pemkot Malang telah membangun jalan sepanjang 850 meter.

Dimulai dari Jalan Jonge hingga Jalan Paniai Utara.

Sedangkan sisa ruas jalan yang belum dibangun sejak dua tahun lalu sepanjang 200 meter.

Belum dibangunnya ruas tersebut karena lahannya berada di wilayah Kabupaten Malang.

Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menuturkan, karena sisa pembebasan lahan itu berada di luar wilayah, APBD Pemkot Malang tidak bisa dikucurkan.

Sehingga, harapan satu-satunya Pemkab Malang lah yang melakukan pembebasan lahan.

Sejak dilantik bulan September 2023 lalu, Wahyu mengaku sudah membahasnya bersama Pemkab Malang.

Perlu diketahui, sebelum menjadi orang nomor satu di pemkot, Wahyu merupakan Sekda Kabupaten Malang.

Hasilnya, pemkab mengaku masih melakukan penghitungan ulang.

”Ketika nanti ketemu nilainya, baru akan disesuaikan anggarannya. Ini masih berproses,” katanya.

Dia menekankan, pada 2024 ini masih belum ada anggaran yang dialokasikan untuk pembebasan lahan.

Itu karena, anggaran yang ada sudah terserap untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pilkada 2024 ini.

”Di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) nanti sepertinya juga belum. Tapi arah-arah untuk menuju penyelesaian sudah ada tahapannya, sudah kami koordinasikan,” paparnya.

Pria asal Kelurahan Bareng itu menyampaikan, di awal menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang, dia telah meninjau jalan tembus tersebut.

Sebab, akses itu dinilai mendesak dan harus segera dilanjutkan agar memberikan manfaat kepada masyarakat.

”Saya melihat memang tinggal sedikit, tinggal 200 meter untuk ditembus, memang lahannya sudah kosong,” imbuh Wahyu.

Di tempat lain, Ketua Komisi C DRPD Kota Malang Fathol Arifin meminta alokasi anggarannya bisa diwujudkan dalam APBD 2025.

Meskipun wewenang ada di Pemkab Malang, Fathol yakin dengan kedekatan Wahyu Hidayat yang sebelumnya menjabat Sekda, itu bisa dimanfaatkan.

Sebab, kalangan legislatif sudah melakukan beberapa kunjungan ke pemkab.

Namun hasilnya tetap nihil.

Pemkab Malang berdalih, anggarannya tidak mencukupi untuk pembebasan lahan di sana.

”Karena jalan tembus itu merupakan cara paling efektif mengurangi kemacetan di Sawojajar. Harapan kami bisa diselesaikan tahun depan,” harap Fathol. (adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#jalan danau jonge #proyek jalan #sawojajar malang