Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Setahun Beroperasi, Kajoetangan Heritage Malang Sisakan Dua PR

Bayu Mulya Putra • Kamis, 30 Mei 2024 | 17:58 WIB
Bekas bioskop Merdeka, lokasi yang dibidik sebagai alternatif tempat parkir Kajoetangan Heritage
Bekas bioskop Merdeka, lokasi yang dibidik sebagai alternatif tempat parkir Kajoetangan Heritage

MALANG KOTA – Dalam kurun setahun, Kajoetangan Heritage menjelma menjadi destinasi wisata baru Kota Malang.

Beberapa prestasi sudah dihasilkan.

Salah satunya menjadi juara dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.

Dewan menekankan, pada tahun ini harus sudah ada satu titik yang ditentukan sebagai kantong parkir Kajoetangan.

Sehingga, pada 2025 tinggal melakukan pembangunan.

Arief menyarankan, satu titik yang bisa digunakan sebagai kantong parkir yakni Alun-Alun Mal atau dikenal dengan Ramayana.

”Kami sudah koordinasi dengan BKAD, agar Alun-Alun Mal itu saja jadi kantong parkir. Kan alasannya kemarin susah cari lahan, di situ merupakan aset pemkot, jadi tidak perlu beli (lahan) lagi,” beber Politisi PKB itu.

Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan peningkatan terhadap Koridor Kajoetangan.

Sebab, itu merupakan salah satu kawasan yang berhasil memberikan efek domino bagi berbagai pihak.

Sebagai contoh, keberhasilan pengembangan Kajoetangan membuat peningkatan aktivasi ruko di sepanjang jalan tersebut.

Sebelum kawasan Kajoetangan Heritage diaktifkan, 112 dari 147 bangunan atau 76,19 persen toko atau perkantoran tutup atau tidak beroperasi.

Setelah diaktifkan, jumlah ruko yang tidak beroperasi turun drastis menjadi 44 bangunan, atau 29,93 persennya.

”Kajoetangan tentu akan terus dikembangkan. Kami akan menyerap aspirasi dari bawah,” tutur Wahyu.

Sementara itu, salah satu pembina Pokdarwis Kajoetangan Heritage Tjandra Purnama Edhi menjelaskan, perkembangan kawasan di sana tidak lepas dari peran warga.

Terutama warga di RW 1, RW 2, RW 9, dan RW 10.

Tjandra mengungkapkan, dalam sejarahnya, kondisi Kajoetangan yang pernah ramai pada era 1900-an sempat meredup sejak adanya pertokoan besar.

Salah satunya Pasar Besar.

Sayangnya, Tjandra menyebut pada waktu tertentu masih terjadi kemacetan.

”Kami sebenarnya sudah pernah menyampaikan bahwa Kajoetangan Heritage koridor satu sampai tiga perlu penataan,” ungkapnya.

Penataan tersebut berupa pelebaran area pejalan kaki hingga ketersediaan kantong parkir.

Untuk zona parkir, mereka pernah menyarankan agar dibangun di belakang taman wisata rakyat dan di Jalan Semeru. (adk/mel/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#wisata malang #Kajoetangan Heritage