Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Diet Defisit Kalori Lebih Disarankan

Bayu Mulya Putra • Senin, 4 November 2024 | 00:20 WIB
BANYAK PELANGGAN: Salah satu staff Jawa Pos Radar Malang memesan makanan dari Sekotak Kalori yang berkomposisi telur dan ayam.
BANYAK PELANGGAN: Salah satu staff Jawa Pos Radar Malang memesan makanan dari Sekotak Kalori yang berkomposisi telur dan ayam.

MASIH banyak yang salah ketika menjalankan program diet. Tak hanya mengurangi porsi makan, beberapa dari mereka juga melakukan diet ekstrem.

Seperti berpuasa berlebihan, atau tidak memakan karbohidrat sama sekali.

Padahal, menurut ahli gizi, program diet sebaiknya dilakukan dengan defisit kalori.

Atau, mengatur pola makanan dengan mengurangi asupan kalori harian.

Salah seorang Ahli Gizi Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) Tamida Adila Habsari SGz mengatakan, setiap individu memiliki porsi yang berbeda.

Bergantung dari tinggi badan, berat badan hingga usia.

Dengan demikian, kebutuhan kalori tiap individu juga bervariasi.

 ”Untuk program diet, idealnya mengurangi 500 sampai 700 kalori,” kata dia.

Atau dalam angka ideal, seseorang mengonsumsi kalori dalam sehari mencapai 1.700 sampai 1.500 per hari.

Untuk memaksimalkan program diet, pendampingan dan pemeriksaan lanjut oleh ahli gizi lebih disarankan.

Tamida menyebut, pemeriksaan itu penting untuk mengetahui jika seseorang memiliki kondisi khusus yang tidak bisa memakan makanan tertentu.

Sehingga, perlu opsi pengganti kalori jenis lain yang memiliki nilai gizi yang sama.

Sebab, secara aturan, program diet harus memenuhi prinsip gizi seimbang.

Yakni keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah.

Kini, beberapa inovasi untuk menunjang proses diet juga bermunculan.

Seperti penyedia catering diet yang juga menggandeng ahli gizi.

Dengan begitu, kebutuhan gizinya juga bisa terpenuhi meski melakukan program diet.

”Sebenarnya jika diukur secara mandiri juga sah-sah saja. Namun tetap harus memperhatikan takaran kalorinya,” papar Tamida.

Seseorang yang sedang dalam program diet harus rajin menghitung kalori yang masuk ke tubuhnya.

Sebab, dari kontrol kalori itulah penurunan berat badan bisa menurun.

Yang jelas, perlu adanya pembatasan gizi tertentu.

Seperti minyak, gula dan garam yang berlebihan.

Tamida menambahkan, jika kebutuhan kalori tidak diberikan dengan tepat, itu akan meningkatkan risiko defisiensi zat gizi tertentu.

Muaranya bakal mengganggu kondisi kesehatan.

Seperti gampang lemas, pusing, dan tidak mampu melakukan aktivitas dengan baik.

”Intinya tidak boleh terlalu ekstrem, karena kebutuhan energi manusia datang dari makanan,” tandasnya. (ori/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Diet #program diet #defisit kalori #diet ekstrem