MALANG KOTA - Penerapan harga eceran tertinggi (HET) baru Elpiji 3 kilogram menjadi Rp 18 ribu mulai kemarin terpantau aman.
Tidak ada kelangkaan Elpiji di agen maupun pangkalan.
Stok yang ada di dua tempat tersebut masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Area Manager Comm Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, dengan penyesuaian HET tersebut, masyarakat tidak perlu panic buying.
”Kami terus melakukan upaya untuk mengajak pengecer naik kelas menjadi pangkalan agar dapat melayani masyarakat lebih luas lagi,” tuturnya.
Karena pengawasan HET hanya dilakukan hingga tingkat pangkalan saja.
Sementara pengecer bukan merupakan rantai jalur distribusi yang diawasi.
Sehingga pihaknya menyarankan apabila ingin melakukan pembelian Elpiji 3 kilogram disarankan untuk membeli di pangkalan.
”Ketika ada salah satu ketentuan yang tidak dipatuhi oleh pihak pangkalan maka akan diberikan sanksi berupa stop alokasi sampai dengan pemutusan hubungan usaha (PHU),” kata Ahad.
Ia menambahkan, saat ini sudah terdapat lebih dari dua pangkalan di setiap desa atau kelurahan di wilayah Jatim.
Kedepannya, kata Ahad, akan semakin banyak pengecer yang beralih status menjadi pangkalan resmi.
Saat ini total pangkalan Elpiji 3 kilogram di Jawa Timur mencapai 34.739 tempat.
Sementara terdapat 142 pengecer yang sudah naik kelas menjadi pangkalan.
”Ini masih ada lebih dari 400 pengecer yang sedang berproses menjadi pangkalan,” tambahnya.
Sedangkan stok Elpiji di Jawa Timur saat ini dalam keadaan aman di posisi 9.010 metrik ton dengan rata-rata konsumsi harian 4.668 metrik ton.
”Selanjut nya sebagai bentuk pengawasan, kami juga akan terus melaksanakan pendataan pembelian Elpiji bersubsidi 3 kilogram,” kata Ahad. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana