Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

KMP Bumiayu Awali Start Operasional, Pengurus di 56 Koperasi Lainnya Bakal Ikuti Bimtek

Bayu Mulya Putra • Selasa, 22 Juli 2025 | 16:35 WIB

 

 

SEGERA BIMTEK: Pemkot Malang mengikuti launching Koperasi Merah Putih secara serentak di Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, kemarin.
SEGERA BIMTEK: Pemkot Malang mengikuti launching Koperasi Merah Putih secara serentak di Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, kemarin.

MALANG KOTA - Program Koperasi Merah Putih (KMP) diluncurkan secara serentak oleh pemerintah pusat, kemarin. Total ada 80.081 koperasi berdiri di seluruh Indonesia. Dari puluhan ribu koperasi itu, baru 108 yang sudah beroperasi. Di Kota Malang, tercatat baru ada satu KMP yang beroperasi dan sudah memiliki ratusan anggota.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menuturkan, satu unit koperasi yang telah beroperasi adalah KMP Kelurahan Bumiayu. Koperasi tersebut bergerak di bidang penyediaan sembako dan simpan pinjam. ”Omzetnya Rp 175 juta per bulan dan jumlah anggota saat ini sudah 130 orang,” kata dia.

Koperasi Merah Putih di Kota Malang.
Koperasi Merah Putih di Kota Malang.

Dengan demikian, 56 KMP di kelurahan lainnya belum beroperasi secara aktif. Wahyu menerangkan, mereka dipastikan sudah mengantongi badan hukum, hanya saja untuk operasionalnya masih membutuhkan waktu. Pertama, pengurus akan dijadwalkan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) terlebih dahulu.

”Agustus akan dilakukan bimtek. Sebab, calon pengurus memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Setelah bimtek, kami akan menunggu petunjuk terkait modalnya,” jelas pria yang disapa Pak Mbois itu. Sesuai dengan arahan presiden, Wahyu akan mendorong KMP bisa melakukan kerja sama dengan BUMN.

Misalnya saja dengan Bulog untuk penyediaan beras. Bisa juga dengan Pertamina untuk penyediaan stok LPG. Dengan wilayah perkotaan, dia menyebut bahwa usaha penyediaan bahan pokok dan simpan pinjam jadi yang paling potensial untuk KMP. ”Sesuai harapan Pak Presiden, adanya KMP membuat harga kebutuhan pokok lebih murah. Caranya dengan memutus rantai pasokan dari gudang dan disalurkan langsung ke masyarakat,” tambah Wahyu.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menjelaskan, ada tiga tipe KMP. Yaitu revitalisasi, pengembangan, dan baru. Di Kelurahan Bumiayu, termasuk tipe pengembangan. Merupakan koperasi yang sudah ada, dan kini dikembangkan menjadi KMP.

Sedangkan di 56 kelurahan lainnya merupakan KMP baru. Sehingga butuh waktu untuk beroperasi secara aktif. ”Persiapannya untuk KMP baru butuh bimtek dulu. Kemudian menunggu anggaran dari pemerintah pusat,” kata Eko.

Sementara itu, dalam sambutannya Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa KMP diperuntukkan kepada kaum lemah atau kelas bawah. ”Konsepnya sederhana, seperti sapu lidi. Kalau hanya satu lidi saja lemah. Ketika ratusan lidi dijadikan satu alat sapu, itu yang bisa membantu kita. Dari yang lemah akan menjadi kekuatan ekonomi besar,” tuturnya.

Prabowo menekankan, dengan KMP,  dia ingin masyarakat di bawah, mulai dari tingkat kelurahan dan desa mendapatkan harga yang terjangkau. Baik untuk kebutuhan pokok maupun obat-obatan. ”Kami instruksikan ada apotek yang bisa masuk desa. Mengurangi rantai pasokan dengan koperasi, sehingga harganya terjangkau,” tegas Prabowo. (adk/by)

 

Editor : A. Nugroho
#Diskopindag Kota Malang #kmp #BUMN #bimtek