MALANG KOTA – Rute dan titik naik-turun penumpang Bus Trans Jatim kembali berubah. Dua shelter mengalami penyesuaian. Yakni Stasiun Malang pintu timur di Jalan Panglima Sudirman dan titik pemberhentian Sawojajar di Jalan Danau Toba.
Untuk Stasiun Malang pintu timur, pengoperasian belum diberlakukan secara penuh. Bus Trans Jatim masih harus membayar biaya masuk Rp 6 ribu setiap kali masuk area stasiun. Namun ke depan, Dishub Provinsi Jawa Timur dan PT KAI akan mencoba integrasi moda.
Manajer Fasilitas Penumpang KAI Daop 8 Surabaya Didik Dwi Asmoro mengatakan, dukungan penuh diberikan untuk integrasi tersebut. Menurutnya, Bus Trans Jatim masuk ke area stasiun sejalan dengan program konektivitas antarmoda yang sedang digenjot KAI.
Nantinya, apabila kerja sama rampung, biaya masuk bus akan digratiskan. Didik menyebut keberadaan Trans Jatim di dalam stasiun diharapkan mempermudah mobilitas penumpang. ”Saat sudah bekerja sama, bus akan mendapat izin sebagai member sehingga bebas biaya masuk,” ujarnya.
Cito Eko Yuli Saputro, Manajemen Trans Jatim sekaligus Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jawa Timur menambahkan, bus nantinya bisa berhenti di depan loket penjualan tiket.
Waktu berhenti dibatasi tiga menit, sama seperti aturan yang berlaku di Terminal Bungurasih. Dishub juga akan memasang markah dan rambu baru sebagai penanda resmi.
Penataan juga dilakukan di titik pemberhentian Sawojajar. Lokasi lama di depan Toko Beli Kopi banyak dikritik pengguna jalan karena dianggap terlalu berisiko. ”Posisi bahu jalan yang lebih rendah dari aspal dan dekat selokan membuat penumpang kesulitan naik turun,” jelas dia.
Setelah meninjau lokasi pada Senin (1/12), dishub memutuskan titik tersebut akan digeser sekitar 50 meter ke arah depan Pegadaian Sawojajar. Pemindahan direncanakan rampung dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Selain dua lokasi itu, dishub menerima usulan menambah titik pemberhentian di depan SD Lesanpuro. Namun kajian masih berjalan, terutama terkait kebutuhan penumpang dan potensi benturan trayek dengan angkot. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho