Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

4.801 Personel Amankan Harlah Nahdlatul Ulama di Malang

Mahmudan • Jumat, 6 Februari 2026 | 10:55 WIB
Logo Nahdlatul Ulama
Logo Nahdlatul Ulama

MALANG KOTA – Gelaran harlah satu abad NU di Malang bakal diamankan ribuan personel. Tujuannya agar acara berlangsung aman dan lancar. Kabag Ops Polresta Malang Kota Kompol Wiwin Rusli mengatakan, sekitar 4.801 personel gabungan mengamankan Mujahadah Kubro Satu Abad NU.

”Dari Polri saja ada 700-an personel. Kami disebar ke area-area di sekitar Stadion Gajayana," sebut Wiwin. Selain di sekitar Stadion Gajayana, personel juga ditempatkan di lokasi lain seperti sekitar Balai Kota Malang dan Simpang Tiga Radjabally.

Kemudian ada personel di dekat Talun yang mengarah ke Jalan Kawi dan kawasan Kasin. Beberapa titik tersebut diprediksi akan dipadati oleh para jamaah. Di samping menerjunkan personel di lokasi, pihaknya juga mendirikan delapan pos.

Terdiri atas pos pengamanan di simpang tiga Jalan Arif Rahman Hakim, depan gedung DPRD Kota Malang, simpang tiga Jalan Bromo-Jalan Semeru, Jalan Simpang Balapan, Simpang Tiga Jalan Besar Ijen-Jalan Semeru, Simpang Tiga Gedung Malang Creative Center (MCC), dan pintu timur Stadion Gajayana.

"Sementara untuk pos pelayanan ada di sisi barat Stadion Gajayana,” terangnya. Itu karena pos pelayanan memiliki fungsi vital yakni pos sentral informasi. Pada setiap pos nantinya diisi 30 personel gabungan. Terdiri atas TNI, polisi, relawan, hingga tim medis.

Penanggung jawab dari masing-masing pos adalah Kapolsek. Misalnya pos pengamanan di Simpang MCC yang dipimpin oleh Kapolsek Blimbing. Keberadaan pos-pos itu difungsikan untuk membantu jamaah. Misalnya saja jika ada jamaah yang tersesat atau tertinggal, bisa bertanya ke petugas di pos.

Sebagai antisipasi kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto, kepolisian juga menyiapkan pengamanan tambahan. Yakni dikerahkan perbantuan dari Brimob dan Dit Samapta Polda Jawa Timur. "Yang dilibatkan dari Brimob ada satu satuan setingkat kompi (SSK)," pungkasnya.

Di lain pihak, Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU PWNU Jatim Maskuri mengatakan, ada catatan dari gubernur Jatim jelang pelaksanaan acara. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta simbol-simbol NU dan bendera merah putih dipasang sebagai wujud nasionalisme. Tujuannya agar acara tersebut lebih terasa dari sisi lahir dan batin.

Mantan Rektor Unisma itu menambahkan, persiapan mujahadah mencapai 95 persen. Mulai aspek keamanan, sarana prasarana, hingga sinkronisasi antarinstansi telah berprogres. Panggung untuk acara inti juga mulai dipasang.

"Kelengkapan yang masih belum seperti tenda utama. Kemudian untuk tenda kesahatan atau perlengkapan untuk lokasi transit dan drop zone," papar Maskuri. (mel/dan)

 

Editor : Aditya Novrian
#SSK #MCC #nu 1 abad #malang