Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

PKL Asongan Sulit Dikendalikan, Batas CFD Kerap Dilanggar

Aditya Novrian • Senin, 16 Februari 2026 | 15:07 WIB
NAHDIATUL AFFANDIAH/RADAR MALANG LAMPAUI BATAS OPERASIONAL: Sejumlah pedagang berjualan di samping tank di depan Museum Brawijaya, kemarin (15/2).
NAHDIATUL AFFANDIAH/RADAR MALANG LAMPAUI BATAS OPERASIONAL: Sejumlah pedagang berjualan di samping tank di depan Museum Brawijaya, kemarin (15/2).

MALANG KOTA - Problem penataan PKL di area car free day (CFD) belum sepenuhnya tuntas. Meski sudah ada garis batas operasional PKL, beberapa pedagang tampak tak peduli. Seperti terlihat kemarin (15/2), saat beberapa pedagang berjualan di samping tank Museum Brawijaya.

Sejak pukul 08.00, pedagang asongan juga masih banyak yang berkeliaran di dekat tempat senam dan jalan depan Museum Brawijaya. Biasanya mereka menjajakan air putih, mainan, hingga balon berbentuk karakter kartun.

Sementara PKL yang membawa gerobak dorong berkumpul di depan batas garis PKL. Kondisi itu mulai dikeluhkan beberapa pihak. Seperti disampaikan Pengelola Wisata Belanja Ijen (WBI) Sugeng Syamto.

Sebelumnya, dia mengaku mulai merasakan dampak dari penertiban PKL liar. Perlahan, omzet pedagang yang masuk dalam paguyuban WBI itu mulai meningkat.

”Tapi kalau masih ada PKL liar yang melanggar (garis) itu harusnya segera ditertibkan. Jangan dibiarkan saja seperti tadi (kemarin) masih ada beberapa yang jualan di luar garis, artinya mereka tidak berizin,” ujar Sugeng.

Menurut dia, potensi PKL liar datang selama CFD berlangsung masih sangat tinggi. Apalagi, ketika pengawasan dari Pemkot Malang longgar dan tidak dibarengi tindakan tegas. Itu bakal dijadikan kesempatan PKl liar berjualan lagi. Awalnya memang sedikit, tapi lama-lama bisa sampai meluber ke jalan seperti sebelumnya.

Untuk diketahui, garis batas PKL itu sudah dipasang sejak awal Februari lalu. Sejak hari pertama dipasang, memang masih banyak PKL liar yang lolos dari pantauan. Seperti disampaikan Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran.

”Kami terus intens mengawasi area rawan PKL liar dengan menggandeng Satpol PP untuk melakukan penertiban,” terang Raymond. Khusus untuk pedagang asongan, dia mengakui bahwa mereka memang sulit ditertibkan. Sebab, mereka cukup gesit dalam menghindari petugas.

Termasuk pemilihan area jualan mereka cenderung dekat dengan panggung CFD. Sebab, di sana jarang ada petugas yang berjaga. Personel Satpol PP sendiri sudah berjaga di sana sejak pukul 05.00. Fokusnya menghalau PKL liar yang bakal membangun stan di luar garis maksimal.

”Untuk PKL liar yang berkeliling, kami terus pantau dan halau kalau ada yang melanggar,” kata Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang Mustaqim Jaya. Meski begitu, pemantauan intensif tak bisa dilakukan personelnya secara terus menerus. Dibutuhkan kesadaran juga dari para pedagang. (aff/by)

 

Disunting kembali oleh: Anna Tasya Enzelina

Editor : Aditya Novrian
#CFD #PKL