Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

DPRD Kota Malang Soroti Proyek Drainase Bondowoso–Sutoyo agar Tak Molor

Mahmudan • Selasa, 17 Februari 2026 | 12:19 WIB
MANGKRAK: Drainase sistem jacking di Jalan Bondowoso belum tersambung kemarin (16/2). Rencananya dilanjutkan bersamaan dengan pembangunan drainase Jalan Letjen Sutoyo.
MANGKRAK: Drainase sistem jacking di Jalan Bondowoso belum tersambung kemarin (16/2). Rencananya dilanjutkan bersamaan dengan pembangunan drainase Jalan Letjen Sutoyo.

MALANG KOTA - Proyek pembangunan drainase di Jalan Bondowoso dan Jalan Letjen Sutoyo bakal dimulai. Legislatif mewanti-wanti eksekutif agar tidak mengulang kesalahan seperti pembangunan drainase Jalan Soekarno-Hatta (Soehat).

Seperti diberitakan, pembangunan drainase di Jalan Soekarno-Hatta sempat memunculkan polemik. Sebelum dibangun, muncul perdebatan mengenai pemotongan pohon yang terimbas proyek. Ketika pembangunan berlangsung, banyak keluhan mengenai kemacetan di titik proyek akibat material galian menelan sebagian ruas jalan.

Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi mengatakan, problem proyek di Soehat seharusnya terulang di dua drainase selanjutnya. Belajar dari tahun lalu, seharusnya Pemkot Malang telah melakukan langkah pencegahan atau mitigasi.

"Drainase Jalan Letjen Sutoyo dan Jalan Bondowoso ini lebih poros dan lebih ramai dibandingkan Soehat. Sehingga perlu mitigasi dan penanganan yang lebih baik,” tegas Arief. Arif menilai, semua persoalan bisa dicegah dan dimitigasi apabila koordinasi lintas sektor dilakukan dengan baik.

Menurutnya, pemkot kurang koordinasi dengan Pemprov Jatim mengenai pembangunan drainase Soehat. Hal Ini berdampak negatif terhadap proyek, misalnya penyelesaiannya molor. "Nanti di Bondowoso-Sutoyo harus mulai dipikirkan bagaimana nasib pohon, bagaimana rekayasa lalu lintas dan termasuk dampak sosialnya," ucapnya.

Dengan pengalaman sebelumnya, dia menekankan tidak boleh ada alasan lagi munculnya problem karena perbedaan wewenang antara pemkot dan provinsi. Dikatakan Arif, untuk Jalan Sutoyo-Jalan Jaksa Agung Suprapto, persoalan rekayasa lalu lintas lebih menonjol.

Sebab, volume kendaraan di jalur tersebut sangat tinggi. Sementara di Jalan Bondowoso-Jalan Raya Tidar lebih kompleks.

Karena ada pengeprasan sejumlah bangunan milik warga, yang rentan muncul konflik jika sosialisasi tidak dilakukan. "Kami akan koordinasi dengan DPUPRPKP untuk menyiapkan mitigasi. Kalau pengerjaan setelah Lebaran, masih ada waktu untuk sosialisasi dan persiapan lainnya," jelas politisi PKB itu.

Terpisah, Kepala DPUPRPKP Kota Malang Dandung Djulharjanto menyampaikan, pengerjaan drainase kemungkinan dijalankan Maret atau April depan. Saat ini masih dilakukan proses lelang.

Anggarannya sekitar Rp 145 miliar dan bersumber dari Bank Dunia. "Drainase Bondowoso dan Letjen Sutoyo akan dijadikan satu paket pengerjaan," terang Dandung. Untuk drainase Jalan Bondowoso dikerjakan sepanjang 1,2 kilometer. Sedangkan Jalan Letjend Sutoyo sampai 1,3 kilometer. (adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#dprd kota malang #Drainase #malang #proyek pembangunan