MALANG KOTA - Cakupan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang belum merata. Utamanya untuk lembaga pendidikan madrasah dan pondok pesantren. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan alias Zulhas saat berkunjung di MAN 2 Kota Malang kemarin (24/2).
Saat ini ada 67 SPPG yang beroperasi. Jumlah itu masih jauh dari kebutuhan ideal. Menurut hitungan terakhir, Zulhas menilai, Kota Malang masih butuh minimal 120 SPPG untuk menyediakan MBG kepada seluruh siswa.
Kedatangan Zulhas menjadi harapan bagi madrasah yang belum kebagian MBG. Namun, dia menyampaikan, belum meratanya capaian MBG di madrasah dan ponpes tidak hanya dirasakan Kota Malang. Melainkan hampir seluruh daerah di seluruh Indonesia.
Secara nasional, baru 40 persen lembaga pendidikan agama Islam yang mendapatkan MBG. "Banyak yang belum mendapatkan. Kami bantu segera melakukan pendataan agar mereka bisa cepat menerima (MBG)," ujar Zulhas.
Selama Ramadan, Zulhas mengatakan, menu MBG siswa mengalami penyesuaian. Yaitu disajikan dalam bentuk makanan kering agar tidak basi. Sedangkan untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita tetap dengan makanan seperti biasa.
"Menunya diserahkan kepada ahli gizi. Yang penting ada karbohidrat, protein dan serat," tandas politisi PAN itu.
Sedangkan Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Malang M. Athoillah mengatakan ada penambahan kebutuhan SPPG. Awalnya diperkirakan butuh 84 unit dapur MBG. Namun hitungan terakhir menyebut kebutuhan mencapai 120 SPPG.
"Karena ada perubahan aturan penerima manfaat. Dulu, SPPG bisa memasok 3.000 sampai 4.000 porsi. Sekarang dibatasi menjadi 2.500 sampai 3.000 saja," jelasnya. Meskipun begitu, Atho optimistis kebutuhan 120 SPPG bakal terpenuhi tahun ini. "Pekan lalu masih 54 SPPG, sekarang sudah sampai 67 SPPG," tuturnya.
Terkait masih minimnya MBG di madrasah atau ponpes, SPPI terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang. Tujuannya agar lembaga pendidikan agama Islam mendapat prioritas penerima MBG.
"Belum banyak ter-cover itu di Kecamatan Klojen, termasuk di Madrasah Aliyah. Tahun ini kami optimistis seluruh sekolah sudah mendapatkan MBG," tandas Atho.
Sedangkan Kepala MAN 2 Malang Drs Samsudin menerangkan, jumlah murid di sekolahnya mencapai 1.572 jiwa. Hingga akhir Februari ini, pihaknya belum menerima distribusi. "Selama ini baru survei, belum sampai menerima MBG," terangnya.
Samsudin berharap, setelah kunjungan Zulhas, penerimaan MBG bisa dipercepat. Setelah itu akan disosialisasikan kepada wali murid, ketika sudah ada kejelasan terkait program tersebut.
"Setelah kunjungan ini, baru dibahas teknis selanjutnya," pungkas dia. Selain mengunjungi MAN 2 Malang, Zulhas bersama rombongan memeriksa menu MBG di SMAN 3 Kota Malang. (adk/dan)
Editor : A. Nugroho