GONDANGLEGI - Sudah empat hari, sosok pembunuh Eko Suprianto, 22, warga RT 10/RW 02, Dusun Baran, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi masih menjadi misteri. Sampai kemarin (15/12), polisi masih mengejar pria berinisial HA, 24, yang diduga kuat menjadi pelaku penusukan pada Kamis pekan lalu (11/12).
Seperti diberitakan, penusukan diawali cekcok antara pelaku dan korban. Saat itu, setelah minum satu botol arak, keduanya bertamu ke rumah temannya, Haikal, di RT 10/RW 02, Dusun Baran, Desa Putat Lor, Gondanglegi.
Setelah melakukan penusukan, HA kabur. Eko alias Enyok yang terkapar kemudian dibawa dua temannya ke Puskesmas Ketawang. Korban kehilangan nyawa dalam proses evakuasi tersebut. Sampai kemarin, belum ada progres yang berarti dari pengejaran polisi.
”Kami masih dalam upaya untuk menangkap pelaku tersebut,” kata KBO Satreskrim Polres Malang Ipda Dicka Ermantara ketika dihubungi Jawa Pos Radar Kanjuruhan. Dia tidak menyebut lokasi pencariannya. Yang pasti menurut dia, polisi saat ini masih menyebar ke sjumlah tempat.
Di tempat lain, Kapolsek Gondanglegi AKP Lukman Hudin mengatakan bahwa selama dua hari melakukan pencarian, seluruh wilayah Malang selatan telah disisir. Termasuk Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) yang disisir pada Jumat lalu (12/12). ”Kami sudah sisir wilayah selatan, tapi pelaku ini sangat licin,” kata dia.
Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kanjuruhan, HA tidak terlacak keberadaannya karena ponsel miliknya sudah dibuang. Sempat muncul dugaan ada yang membantu pelaku dalam pelarian tersebut. Namun dua hal tersebut belum terkonfirmasi.
Lukman menambahkan, ada juga indikasi bahwa HA terlibat kasus pidana lainnya. ”Informasi yang didapat dari masyarakat, tersangka ini juga terlibat kasus peredaran narkotika di wilayah Malang Raya. Tapi kami harus tangkap dulu si tersangka untuk membuktikan hal tersebut,” ujar dia. (biy/by)
Editor : A. Nugroho