Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal People Pleaser dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental

A
Penulis: Anna Tasya❯
Selalu ingin menyenangkan orang lain bisa berdampak pada kesehatan mental. Kenali tanda people pleaser dan jaga diri tetap sehat. (Freepik)
Selalu ingin menyenangkan orang lain bisa berdampak pada kesehatan mental. Kenali tanda people pleaser dan jaga diri tetap sehat. (Freepik)

Advertisement

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Mempunyai keinginan untuk membuat orang lain bahagia merupakan hal yang wajar. Namun, apabila kebutuhan serta kenyamanan orang lain selalu diutamakan di atas kepentingan diri sendiri, hal ini dapat berkembang menjadi perilaku people pleaser.

Menurut psikologi, people pleaser adalah dorongan untuk terus-menerus menyenangkan orang lain, bahkan hingga mengorbankan diri sendiri. Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terperangkap dalam pola ini karena perilakunya tampak ‘baik’ dari luar. Padahal, jika pola tersebut terjadi secara terus-menerus, dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan mental, hubungan, bahkan lingkungan kerja.

Berikut beberapa ciri people pleaser yang sering muncul tanpa disadari:

Advertisement

1. Berusaha Sebisa Mungkin Menghindari Konflik
Konflik sering dipandang menakutkan, kasar, atau berpotensi merusak hubungan. Ketika masalah muncul, orang yang cenderung menyenangkan hati orang lain biasanya memilih diam dan berharap situasi membaik dengan sendirinya. Namun, menghindari konflik bisa menyebabkan penumpukan emosi negatif. Ketegangan yang tidak pernah dibahas secara terbuka perlahan berubah menjadi kemarahan dan dapat menimbulkan jarak dalam suatu hubungan.

2. Kerap Meminta Maaf Meskipun Tidak Bersalah
People pleaser sering kali mengucapkan kata maaf, bahkan untuk hal-hal yang bukan kesalahannya. Kebiasaan ini muncul dari dorongan kuat untuk selalu menyenangkan orang lain. Mereka merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan semua orang di sekitar mereka. Ketika orang lain merasa kecewa, mereka merasa gagal.

Advertisement

3. Cenderung Takut untuk Berpendapat
Bagi people pleaser, perbedaan pendapat sering dianggap ancaman. Mereka khawatir dianggap tidak sopan, tidak kooperatif, atau memicu konflik. Akibatnya, mereka cenderung mengikuti arus meskipun sebenarnya tidak sepakat. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini membuat mereka merasa tidak benar-benar dikenal karena opini dan perasaan asli terus disembunyikan.

4. Sulit Mengatakan ‘Tidak’
Kesulitan menetapkan batasan adalah tanda umum perilaku people pleaser. Mereka sering mengatakan ‘iya’ meskipun lelah atau tidak memiliki waktu. Bahkan saat mencoba menolak, mereka bisa berubah pikiran karena takut mengecewakan orang lain. Batasan yang tidak kokoh membuat mereka mudah kewalahan dan kehilangan waktu untuk diri sendiri.

5. Mudah Cemas Apabila Orang Lain Tampak Tidak Senang
Perubahan kecil pada ekspresi wajah atau nada bicara orang lain bisa membuat mereka memikirkan hal-hal kecil yang seharusnya tidak dipikirkan. Mereka cepat menyimpulkan ada yang salah dan sering merasa menjadi penyebabnya. Kondisi ini membuat mereka selalu waspada dan sulit rileks.

6. Merasa Bertanggung Jawab atas Perasaan Orang Lain
Saat orang di sekitar sedih atau marah, people pleaser sering merasa harus memperbaiki situasi. Mereka menganggap kebahagiaan orang lain adalah tanggung jawab pribadi mereka. Padahal, emosi setiap orang bukan sepenuhnya tanggung jawab orang lain. Pola pikir ini menambah beban mental dan membuat mereka merasa terus-menerus harus mengurus perasaan orang lain.

7. Memiliki Kecenderungan Perfeksionis
People pleaser dikenal sebagai pekerja keras, berprestasi, atau perfeksionis. Mereka ingin dipandang sebagai pribadi berguna, membantu, dan sukses. Di balik itu, terdapat beberapa ketakutan untuk ditolak atau dianggap tidak berharga. Standar yang terlalu tinggi terhadap diri sendiri juga memicu tekanan dan kecemasan berkepanjangan.

Advertisement

Artikel Terkait

Karina dan Kisah Si Paling Gak Enakan, Film People Pleaser Segera Tayang 19 November

Karina dan Kisah Si Paling Gak Enakan, Film People Pleaser Segera Tayang 19 November

Film drama komedi People Pleaser tayang 19 November 2026. Mawar de Jongh jadi Karina, pegawai yang sulit bilang tidak.

Capek Sendiri Jadi People Pleaser, Mengapa Orang Baik Justru Sering Tersakiti?

Capek Sendiri Jadi People Pleaser, Mengapa Orang Baik Justru Sering Tersakiti?

Sulit berkata tidak dan selalu ingin menyenangkan orang lain bisa menjadi tanda people pleaser. Kebiasaan ini dapat memicu stres, kelelahan emosional, hingga membuat seseorang mengabaikan dirinya sendiri.

Tinggalkan Hustle Culture, Tren Soft Living Mulai Dilirik Generasi Muda demi Kesehatan Mental

Tinggalkan Hustle Culture, Tren Soft Living Mulai Dilirik Generasi Muda demi Kesehatan Mental

Banyak orang mulai menyadari bahaya burnout, yaitu kondisi kelelahan fisik dan mental secara ekstrem, sehingga memilih beralih dari hustle culture menuju soft living. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer