Ngaji Jumat Ihya Ulumuddin: Allah Menyebut Harta sebagai “Sesuatu yang Baik”

RADAR MALANG - Tidak ada manusia di bumi ini yang bisa terlepas dari urusan harta. Bahkan, setiap manusia punya kecenderungan untuk selalu memilikinya dalam jumlah yang tidak sedikit. Lalu, bagaimana pandangan Imam Abu Hamid Al Ghazali alias Imam Al Ghazali?
Intelektual muslim yang dikenal dengan karya magnum opusnya, Ihya Ulumuddin, itu punya dua perspektif. Di satu sisi harta bisa bermakna buruk. Di sisi lain bisa bermakna baik.
Bermakna buruk, kata Imam Al Ghazali, jika harta akhirnya membuat kita melupakan Tuhan dan justru membuat kerusakan. Kerusakan itu bisa sebagai akibat dari cara kita dalam mencari harta maupun cara kita dalam membelanjakan harta. Maklum, dengan sifat manusia yang cenderung mencintai harta, kepemilikan manusia atas harta bisa membuatnya “lupa daratan”. Hal itulah yang selalu diingatkan oleh Allah.
Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Al Muthaffifin, Kisah Penduduk Madinah yang Suka Curang
Berikut sejumlah ayat Al Qur’an yang dikutip Imam Al Ghazali tentang peringatan Allah akan potensi bahaya yang dikandung dalam kepemilikan harta:
1) QS Al Munafiqun: 9
يا ايها الذين امنوالا تلهكم اموالكم ولا اولدكم عن ذكرالله ومن يفعل ذلك فاءولىك هم الخسرون
“Hai sekalian orang-orang yang beriman, janganlah kamu semua dilalaikan oleh harta-hartamu atau oleh anak-anakmu dari berdzikir (mengingat) kepada Allah. Barangsiapa yang melakukan demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”
2) QS Al ‘Alaq: 6-7
ان الانسان ليطغا. ان راه استغنى
“Sesungguhnya manusia itu bertindak melanggar batas, dikarenakan ia telah melihat dirinya sendiri dalam keadaan serbacukup.”



