Situationship Makin Populer, Mengapa Anak Muda Enggan Memberi Label Hubungan?


Malang, Radar Malang — Menjalin hubungan yang terasa seperti pacaran, tetapi tanpa status dan komitmen yang jelas menjadi fenomena yang dikenal di kalangan anak muda. Pola hubungan ini kerap disebut situationship, yaitu hubungan romantis yang melibatkan kedekatan emosional tanpa kesepakatan status sebagai pasangan.
Perubahan pola hubungan ini menunjukkan bahwa tidak semua hubungan romantis berakhir dengan komitmen yang jelas. Sebagian anak muda memilih menjalani hubungan secara fleksibel tanpa terburu-buru menentukan status. Meski demikian, hubungan tanpa kejelasan dapat memunculkan perbedaan ekspektasi, terutama ketika salah satu pihak menginginkan hubungan yang lebih serius.
Kenali Ciri-Ciri Situationship
Berdasarkan penelitian Langlais dan kolega (2024) dalam jurnal Sexuality & Culture, situationship ditandai dengan hubungan romantis yang tidak memiliki kejelasan status dan tingkat komitmen yang rendah, meskipun kedua pihak menunjukkan perilaku layaknya pasangan.
Baca Juga: The Devil hingga Five of Swords: 5 Kartu Tarot yang Punya Makna Kurang Baik dalam Hubungan
Fenomena ini dapat terlihat melalui beberapa ciri. Pertama, tidak adanya label hubungan yang jelas sehingga kedua pihak tidak memiliki kesepakatan mengenai status mereka. Kedua, menghindari pembicaraan tentang komitmen dan arah hubungan di masa depan. Ketiga, adanya ketidakjelasan mengenai ekspektasi dan batasan dalam hubungan.
Cara Menghadapi Situationship
1. Kenali Keinginan Diri Sendiri
Pahami terlebih dahulu apa yang diinginkan dari hubungan tersebut. Apakah hanya ingin menikmati kedekatan atau mengharapkan hubungan yang lebih serius?
2. Komunikasikan Ekspektasi
Jika merasa tidak nyaman dengan ketidakpastian, bicarakan perasaan dan keinginan secara terbuka dengan orang yang bersangkutan. Komunikasi membantu kedua pihak memahami ekspektasi masing-masing.
3. Tetapkan Batasan dan Lakukan Evaluasi
Tentukan batasan yang membuat hubungan tetap nyaman, termasuk intensitas komunikasi dan kedekatan emosional. Evaluasi secara berkala apakah hubungan tersebut masih sesuai dengan kebutuhan masing-masing.



