Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Situationship Makin Populer, Mengapa Anak Muda Enggan Memberi Label Hubungan?

Siti Aisyah
Penulis: Siti Aisyah❯
Hubungan yang terasa seperti pacaran, tetapi tidak ada status yang jelas. (Foto: Unsplash)
Hubungan yang terasa seperti pacaran, tetapi tidak ada status yang jelas. (Foto: Unsplash)

Advertisement

Malang, Radar Malang — Menjalin hubungan yang terasa seperti pacaran, tetapi tanpa status dan komitmen yang jelas menjadi fenomena yang dikenal di kalangan anak muda. Pola hubungan ini kerap disebut situationship, yaitu hubungan romantis yang melibatkan kedekatan emosional tanpa kesepakatan status sebagai pasangan.

Perubahan pola hubungan ini menunjukkan bahwa tidak semua hubungan romantis berakhir dengan komitmen yang jelas. Sebagian anak muda memilih menjalani hubungan secara fleksibel tanpa terburu-buru menentukan status. Meski demikian, hubungan tanpa kejelasan dapat memunculkan perbedaan ekspektasi, terutama ketika salah satu pihak menginginkan hubungan yang lebih serius.

Kenali Ciri-Ciri Situationship

Advertisement

Berdasarkan penelitian Langlais dan kolega (2024) dalam jurnal Sexuality & Culture, situationship ditandai dengan hubungan romantis yang tidak memiliki kejelasan status dan tingkat komitmen yang rendah, meskipun kedua pihak menunjukkan perilaku layaknya pasangan.

Fenomena ini dapat terlihat melalui beberapa ciri. Pertama, tidak adanya label hubungan yang jelas sehingga kedua pihak tidak memiliki kesepakatan mengenai status mereka. Kedua, menghindari pembicaraan tentang komitmen dan arah hubungan di masa depan. Ketiga, adanya ketidakjelasan mengenai ekspektasi dan batasan dalam hubungan.

Advertisement

Cara Menghadapi Situationship

1. Kenali Keinginan Diri Sendiri

Pahami terlebih dahulu apa yang diinginkan dari hubungan tersebut. Apakah hanya ingin menikmati kedekatan atau mengharapkan hubungan yang lebih serius?

2. Komunikasikan Ekspektasi

Jika merasa tidak nyaman dengan ketidakpastian, bicarakan perasaan dan keinginan secara terbuka dengan orang yang bersangkutan. Komunikasi membantu kedua pihak memahami ekspektasi masing-masing.

3. Tetapkan Batasan dan Lakukan Evaluasi

Tentukan batasan yang membuat hubungan tetap nyaman, termasuk intensitas komunikasi dan kedekatan emosional. Evaluasi secara berkala apakah hubungan tersebut masih sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Advertisement
Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber

Artikel Terkait

Tak Melulu ke Bioskop, Merakit Brick Bisa Jadi Alternatif Kencan Bersama Pasangan

Tak Melulu ke Bioskop, Merakit Brick Bisa Jadi Alternatif Kencan Bersama Pasangan

Berbeda dengan bunga asli, mawar dari balok susun tidak akan layu sehingga dapat dijadikan hiasan dalam jangka panjang.

Friendship Breakup, Ketika Mengakhiri Persahabatan Tak Kalah Menyakitkan dari Putus Cinta

Friendship Breakup, Ketika Mengakhiri Persahabatan Tak Kalah Menyakitkan dari Putus Cinta

Perubahan tersebut dapat memunculkan perasaan kehilangan, sedih, hingga kebingungan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Sibuk Bukan Berarti Produktif, Kenali Fenomena Toxic Productivity

Sibuk Bukan Berarti Produktif, Kenali Fenomena Toxic Productivity

Fenomena ini ditandai dengan perasaan bersalah ketika seseorang tidak melakukan sesuatu yang dianggap produktif, bahkan saat sedang menikmati waktu istirahat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer