Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rayakan Debut Anniversary, Begini 13 Tahun Perjalanan Karir SHINee

Farik Fajarwati • Selasa, 25 Mei 2021 | 19:23 WIB
Boygrup generasi kedua SHINee merayakan debut annyversary yang ke-13, Selasa (25/5). (Ist)
Boygrup generasi kedua SHINee merayakan debut annyversary yang ke-13, Selasa (25/5). (Ist)
RADAR MALANG – Grup generasi 2 asuhan SM Entertainment SHINee tengah merayakan hari debutnya yang ke 13 tahun tepat hari ini (25/5). Perjalanan karir penuh suka duka dihadapi grup beranggotakan Onew, Key, Minho, dan Taemin ini. Dilansir dari berbagai sumber, ini dia kisah perjalanan SHINee hingga menjadi salah satu grup senior yang paling dihormati.

  1. Debut sukses dengan single Replay


SHINee debut pada 25 Mei 2008 lewat single Replay yang sukses duduk di sepuluh tangga lagu Korea. Single ini juga berhasil terjual sebanyak 17 ribu copy. Tak tanggung-tanggung, di tahun yang sama, SHINee memenangkan Rookie of the Month di Cyworld Digital Music Awards dan Hot New Stars di Mnet 20’s Choice Award. Menyusul kesuksesan lagu debut, SHINee juga merilis album pertama bertajuk The SHINee World dan terjual hingga 30.000 copy. Album ini berhasil membawa SHINee meraih 1’st win di M Countdown.

  1. Makin populer setelah setahun


Tahun 2009 bisa dibilang sebagai tahunnya SHINee. Bagaimana tidak, di tahun inilah lagu legenda Ring Ding Dong dirilis. Tahun berikutnya, mereka mulai merilis album kedua, Lucifer yang juga disambut antusias netizen Korea dan Internasional. Lewat lagu dengan judul yang sama itu, SHINee berani mengukuhkan namanya sebagai contemporary band karena eksperimennya di dunia musik. Hal ini terbukti dengan kualitas vokal, dance, dan kemampuannya mencoba berbagai genre lagu. Di tahun 2010, SHINee menggelar konser tunggal pertamanya yakni SHINee World.

  1. Debut Jepang


Dengan membawa lagu debut, Replay, namun berbahasa Jepang, SHINee juga sukses memikat hati fans Jepang. Mereka berhasil menjual lebih sari 91.000 kopi di minggu pertama. Debut ini terjadi pada tahun 2011. Menjelang akhir tahun, SHINee merilis Juliet dan Lucifer dalam bahasa Jepang. Tidak berhenti sampai disitu, SHINee juga merilis album Jepang pertama, The First, yang diikuti dengan konser. Ini menjadi awal mula perjalanan SHINee sebagai salah satu grup Korea yang sukses besar di Jepang. Disinilah awal mula perjalanan SHINee sebagai salah satu grup Korea yang sukses besar di Jepang.

  1. Sangat sukses di Korea maupun Jepang


Photo
Photo
Formasi lengkap para member SHINee yang terdiri dari Minho, Taemin, Mendiang Jonghyun, Key, dan Onew. (Ist)

Kesuksesan grup dengan leader Onew ini memang sudah terlihat sejak debut. Diantara prestasi-prestasi SHINee antara lain adalah di tahun 2011, SHINee sukses menuliskan rekor sebagai artis Asia pertama yang tampil di Abbey Road Studio, London. Grup ini diundang untuk menjadi pembuka London Korean Film Festival ke-6 yang berlangsung di Odeon West End Theater, London. Di tahun yang sama, Tower Records Japan mengumumkan bahwa SHINee meraih penghargaan 'Artist of the Year’. Tak hanya itu, pada 2012, mereka mendapatkan penghargaan 'Ministry of Culture Award' di ajang penghargaan tahunan Korean Popular Culture & Arts Award. Hingga sekarang, lebih dari 60 penghargaan dan lebih dari 90 nominasi telah SHINee bawa pulang.

  1. Debut Solo member


Sang maknae, Taemin, menjadi anggota pertama yang memulai debut solo pada 2014. Album debut miliknya berjudul ‘Ace’ dengan single utama ‘Danger’. Lima bulan setelahnya, mendiang Jonghyun menyusul dengan album debut solo ‘Base’. Dia merilis dua single andalan ‘Deja-Boo’ dan ‘Crazy (Guilty Pleasure)’. Empat tahun setelahnya di tahun 2018, Key pun juga merilis album solo. Pria bernama asli Kim Kibum ini merilis mini album bertajuk ‘Face’ dengan single utama ‘One of These Nights’. Selanjutnya, Onew, sang leader, mengeluarkan album solo di penghujung tahun 2018 sebelum keberangkatannya wamil bernama ‘Voice’ dengan single ‘Blue’. Tidak mau kalah, Minho juga merilis single solo berjudul ‘I’m Home’ sebagai hadiah perpisahan sebelum wajib militer di tahun 2019.

  1. Ditinggal satu member


Photo
Photo
Tahun 2018 menjadi masa kelam bagi SHINee dan Shawol, di tahun ini main vocal SHINee mengakhiri hidup dengan cara yang cukup tragis. (ist)

Tahun 2017 menjadi tahun yang sangat menyedihkan bagi SHINee dan juga Shawol, sebutan fans SHINee. Pasalnya, di tahun ini, Jonghyun meninggal karena bunuh diri akibat depresi. Pria kelahiran 1990 itu ditemukan tak sadarkan diri di kediamannya di Cheongdam-dong, Seoul pada 18 Desember 2017. Berita ini menjadi duka mendalam bagi keluarga, para member, dan juga fans di seluruh dunia. Setelah kepulangan salah satu member itu, keempat member bahkan sempat memilih bungkam selama beberapa bulan sebelum akhirnya kembali ke industri musik pada Mei 2018. Selama itu, para member mulai merefleksikan diri masing-masing seperti melakukan konseling dan mengobati trauma. Di Februari 2018, Onew, Key, Minho, dan Taemin menggelar konser khusus untuk Jonghyun yang dilaksanakan di Jepang.

  1. Kembali ke dunia entertainment dengan suka cita


Kini, keempat member telah sepenuhnya kembali menghiasi layar kaca permusikan. Mereka disibukkan dengan perilisan album repackaged ‘Atlantis’. Beberapa member ada yang sedang menyiapkan musikal dan album solo, mengisi OST, hingga tampil di variety show.

Itulah kilas balik perjalanan SHINee selama 13 tahun. Selamat untuk SHINee!

 

Penulis: Ambarul Fatima S. Editor : Farik Fajarwati
#KPop #SM Ent #SHINee #Minho #Taemin #Key #SHINee World #Jonghyun #Onew