RADAR MALANG – Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap tanggal 21 Februari setiap tahunnya untuk mengenang bencana longsor sampah di TPA Leuwigajah pada 21 Februari 2005. Peringatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan sampah dan mendorong semua pihak untuk berkomitmen menanggulangi masalah sampah.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan dengan membiasakan perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini sejumlah kebiasaan kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan.
1. Mengelola sampah dengan tepat
Sampah perlu dipilah dengan tepat untuk mempermudah proses daur ulang. Anda dapat memilah sampah berdasarkan jenis sampah organik, anorganik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun). Tips mudahnya yaitu pisahkan sampah dapur dan plastik, lalu buat kompos dari sisa makanan, serta daur ulang kertas atau botol plastik menjadi sesuatu yang sederhana.
Baca Juga: Peduli dengan Lingkungan, Kenali Tata Cara yang bisa Dilakukan
2. Membawa tas belanja sendiri
Data dari Making Oceans Plastic Free (2017) menyebutkan bahwa terdapat rata-rata 182,7 miliar kantong plastik yang digunakan di Indonesia setiap tahunnya, dengan bobot total sebesar 1.278.900 ton plastik per tahun.
Berdasarkan data tersebut, alih-alih menggunakan kantong plastik sekali pakai saat berbelanja, masyarakat perlu mulai membiasakan diri membawa tas belanja yang dapat digunakan berulang kali.
3. Menggunakan tumbler dan wadah makan
Botol plastik dapat menghasilkan limbah yang sulit terurai sehingga membawa tumbler dapat mengurangi penumpukan limbah plastik. Selain itu, membawa wadah makan sendiri dapat mengurangi penumpukan limbah styrofoam dan kertas pembungkus.
Baca Juga: 5 Hobi Baru yang Bikin Lebih Produktif, Tanpa Keluar Banyak Biaya!
4. Mengurangi penggunaan tisu
Melansir dari Zero Waste Indonesia, dari hasil penghitungan global, WWF memperkirakan setiap harinya ada sekitar 270 ribu pohon yang ditebang untuk membuat tisu yang pada akhirnya berakhir di tempat sampah.
Selain itu, total jumlah sampah tisu di Indonesia mencapai 25 ribu ton. Berdasarkan data tersebut, penggunaan tisu perlu diminimalkan. Sebagai alternatif, gantilah tisu dengan pembersih atau handuk kecil yang dapat dicuci dan dipakai lagi.
5. Mengurangi belanja online
Barang hasil belanja online biasanya dibungkus menggunakan kardus tebal, kantong plastik, hingga bubble wrap. Limbah kemasan tersebut mengandung zat kimia yang dapat mencemari air, tanah, dan udara. Untuk menanggulangi hal tersebut, masyarakat perlu bijak dalam melakukan pembelian online, misalnya untuk tidak belanja secara impulsif atau mulai membeli di toko langsung.
Itulah lima kebiasaan kecil untuk mengurangi sampah yang dapat dilakukan dari sekarang. Dengan komitmen kecil tersebut, bumi akan tetap terjaga dan lingkungan menjadi lebih sehat dan bersih.
Penulis: Afida Rahma Tsabita
Editor : Aditya Novrian