Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Peyronie, Penyakit yang Bikin Mr P Bengkok Abnormal

S
Penulis: Shuvia Rahma❯
Ilustrasi kesehatan pria (orami)
Ilustrasi kesehatan pria (orami)
RADARMALANG – Penis bengkok ke kiri atau ke kanan? Hati–hati, terkena Peyronie. Kondisi ini dialami setidaknya 3 hingga 9 persen pria di dunia.

Peyronie kerap kali mengganggu penetrasi dan membuat hubungan seksual jadi menyakitkan. Di samping itu, kondisi ini juga bisa menimbulkan rasa tidak percaya diri pada pria.

“Keluhan penis bengkok bisa ke siapa saja dan umur berapa saja, namun biasanya pada pria yang sudah tua. Setidaknya 3–9 persen pria di dunia mengidap penyakit Peyronie,” ujar dr Rizal Fadli seperti dilansir dari Halodoc, Jumat (15/1).

Penyakit Peyronie umumnya disebabkan karena cedera berulang di penis. Sebagai contoh, penis mungkin rusak saat berhubungan seks, aktivitas atletik atau sebagai akibat dari kecelakaan.

Selama proses penyembuhan, jaringan parut terbentuk secara teratur, yang kemudian dapat menyebabkan nodul atau pengembangan kelengkungan.

Setiap sisi kelamin pria berisi tabung seperti spons (corpus cavernosum) yang terdiri dari banyak pembuluh darah kecil. Masing-masing dari corpus cavernosa terbungkus dalam selubung jaringan elastis yang disebut tunica albuginea, yang membentang selama ereksi.

Ketika Anda terangsang secara seksual, aliran darah ke ruang ini akan meningkat. Karena ruang terisi penuh oleh darah, penis mengembang, berdiri dan menegang menjadi ereksi.

Pada penyakit Peyronie, ketika penis menjadi ereksi, wilayah dengan jaringan parut tidak meregang, dan pembengkokan yang terjadi pada penis akan terasa sakit.

Dalam keadaan normal, ereksi penis biasanya lurus seperti panah. Namun, ereksi pada pengidap penyakit ini bisa melengkung tajam, ke arah kiri, kanan, atas, atau bawah, bahkan lebih pendek sehingga membuat hubungan seksual tak mungkin terjadi.

Ada kemungkinan penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. Namun ada pula kemungkinan, kondisi akan tetap stabil atau memburuk jika tak ditangani dengan tepat oleh ahlinya.

Penulis : Khrisna Ambar

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Jangan Diabaikan! Ini Dampak Kebiasaan Menahan Buang Air Kecil Terlalu Lama

Jangan Diabaikan! Ini Dampak Kebiasaan Menahan Buang Air Kecil Terlalu Lama

Urine yang tertinggal di dalam kandung kemih dalam waktu lama dapat menyebabkan mineral mengendap dan membentuk kristal.

Kualitas Udara Kota Malang Dipantau Selama Kemarau, Ini Kategori AQI dan Dampaknya bagi Kesehatan

Kualitas Udara Kota Malang Dipantau Selama Kemarau, Ini Kategori AQI dan Dampaknya bagi Kesehatan

BMKG memantau PM2.5 di Malang. Kenali kategori ISPU dan AQI serta dampaknya bagi kesehatan selama kemarau.

Ketika Indonesia Tidak Kekurangan Perawat, tetapi Kekurangan Strategi

Ketika Indonesia Tidak Kekurangan Perawat, tetapi Kekurangan Strategi

Kita terlalu lama menghitung perawat sebagai angka. Padahal, kesehatan masyarakat tidak pernah mengenal angka tanpa tempat, kompetensi, dan manusia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer