Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

30 Sopir Bus Trans Jatim di Malang Raya Bakal Dapat Pelatihan

B
Penulis: Bayu Mulya Putra❯
BAKAL DILATIH LAGI: Supriadi, salah satu sopir Bus Trans Jatim singgah di Terminal Hamid Rusdi, kemarin.
BAKAL DILATIH LAGI: Supriadi, salah satu sopir Bus Trans Jatim singgah di Terminal Hamid Rusdi, kemarin.

MALANG RAYA - Banyak kabar bus yang terlibat insiden dalam beberapa hari terakhir. Termasuk Bus Trans Jatim yang diberitakan melaju secara ugal-ugalan pada 19 Januari lalu. Untuk mengantisipasi insiden di jalan raya, seluruh sopir Bus Trans Jatim di 8 koridor bakal mendapat pelatihan.


Advertisement

Di Malang Raya, total ada 30 sopir bus yang akan mengikuti pelatihan tersebut. Menurut Kepala Seksi (Kasi) Sarana Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur Cito Eko Yuli Saputro, Malang Raya atau Koridor VIII mendapat jatah pelatihan paling akhir.

”Karena sejak beroperasi pada 20 November 2025, belum ada aduan mengenai sopir yang ugal-ugalan di Malang,” kata Cito. Sejauh ini, para sopir mengemudi secara tertib. Cito melanjutkan, tahap awal pelatihan diberikan kepada sopir-sopir dari tiga koridor.

Yakni koridor IV yang menghubungkan Terminal Bunder (Gresik) dan Terminal Paciran (Lamongan). Lalu koridor III yang menghubungkan Terminal Kertajaya (Mojokerto) dan Terminal Bunder (Gresik). Satu lagi koridor V yang menghubungkan rute Terminal Purabaya ke Terminal Bangkalan.

Advertisement

”Di tiga koridor itu paling banyak aduan mengenai sopir dari masyarakat,” sebut Cito. Dia memastikan pada 2026, seluruh sopir dari delapan koridor rampung mendapat pelatihan. Pelatihan yang diberikan meliputi tata cara menyalip, pengereman, hingga berhenti di titik henti rambu atau shelter.

Selain pelatihan, tahun 2026 ini pihaknya fokus melakukan evaluasi terhadap operasional Bus Trans Jatim di seluruh koridor. Terutama Koridor VIII Malang Raya yang belum lama ini beroperasi.

Ditanya terkait kemungkinan penambahan kapasitas di Malang Raya, Cito menyebut belum ada. Baik penambahan ritase maupun armada. ”Kalau ritasenya ditambah, otomatis kan harus menambah sopir agar tidak overload.

Advertisement

Namun untuk menambah ritase anggarannya tidak jauh beda dengan pengadaan satu bus,” terangnya. Sejauh ini, Cito menyebut belum ada kemungkinan penambahan. Pihaknya masih menunggu anggaran pada 2027 mendatang. (mel/by)

Advertisement
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Operasional Trans Jatim Koridor 2 Mundur Sehari

Operasional Trans Jatim Koridor 2 Mundur Sehari

Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya ditargetkan mulai beroperasi pada 30 Oktober men datang. Namun, persiapan layanan transportasi yang menghubungkan Kota Malang dan Kabupaten Malang itu belum sepenuhnya rampung. Pengadaan

Perbaikan Dua Terminal Butuh Rp 2 Miliar

Perbaikan Dua Terminal Butuh Rp 2 Miliar

Pemkab Malang memberi sinyal perbaikan Terminal Gondanglegi dan Terminal Talangagung, Kepanjen. Anggarannya diupayakan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2026. Nominal pengajuannya Rp 2 miliar.

Dishub Kota Malang Lakukan Pembersihan pada 8 Halte yang Dinilai Kurang Layak

Dishub Kota Malang Lakukan Pembersihan pada 8 Halte yang Dinilai Kurang Layak

Dinas Perhubungan Malag melakukan pembersihan pada sejumlah halte di Kota Malang yang dinilai tidak layak. Terdapat delapan halte yang ditemukan mengalami kerusakan hingga berbau tak sedap.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer