
MALANG KOTA, RADAR MALANG - Rancangan APBD (RAPBD) Kota Malang tahun 2027 mulai dibahas hari ini. Melalui Rapat Paripurna Penyampaian Penjelasan Wali Kota Terhadap RAPBD 2027.
APBD tahun depan diperkirakan mencapai Rp 2,57 triliun. Terdiri dari pendapatan daerah Rp 2,37 triliun. Kemudian belanja daerah Rp 2,57 triliun. Untuk menutup defisit pendapatan dan belanja, pembiayaan daerah ditetapkan Rp 197 miliar.
Dalam penyampaiannya, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menerangkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp 1,157 triliun. Sedangkan pendapatan transfer dipatok Rp 1,218 triliun. "Kontribusi pendapatan transfer 51,27 persen sementara PAD 48,73 persen," ujarnya.
Dari sisi belanja, pos belanja operasional masih menjadi tertinggi hingga mencapai 92,09 persen. Jika dinominalkan sebesar Rp 2,369 triliun. Belanja modal ditetapkan sebesar Rp 142 miliar atau 5,52 persen.
Terakhir belanja tidak terduga (BTT) diperkirakan mencapai Rp 61 miliar. "Anggaran di dalam BTT termasuk LSDP (Local Service Delivery Improvement Project), masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat," tutur Wahyu.
Baca Juga: Pemkot Malang Tak Bisa Menjamin Biaya Revitalisasi Pasar Besar lewat APBD



