Imbas Dugaan Pelecehan Verbal, Guru SMKN 4 Malang Dinonaktifkan dari Jabatan Tatib

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Guru berinisial R di SMK Negeri 4 Malang mendapat pembinaan dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Malang-Kota Batu menyusul dugaan pelecehan verbal terhadap sejumlah siswi. Selain pembinaan, sekolah juga menonaktifkan sementara R dari jabatan koordinator tata tertib (tatib).
Persoalan ini mencuat setelah unggahan di media sosial pada 2 November lalu memuat pengakuan seorang siswi mengenai dugaan ucapan tidak pantas saat penertiban seragam. Unggahan tersebut kemudian mendapat respons dari sejumlah pengguna media sosial yang turut menyampaikan dugaan pengalaman serupa.
Cabang Dinas Pendidikan Panggil dan Beri Pembinaan
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Malang-Kota Batu Hastini Ratna Dewi mengatakan, pihaknya telah memanggil dan mengonfirmasi guru berinisial R terkait persoalan tersebut. Pemantauan juga dilakukan terhadap sekolah.
"Jadi berita yang beredar tidak benar," tegas Hastini saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (4/11).
Meski demikian, pihaknya tetap melakukan penelusuran dan pemantauan. Termasuk meminta keterangan dari guru yang bersangkutan untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya.
"Sudah kami konfirmasi ke yang bersangkutan. Yang bersangkutan juga sudah kami beri pembinaan," sambung Hastini.
Baca Juga: Dipanggil Polisi terkait Dugaan Pelecehan Santri, Oknum Pengurus Ponpes di Klojen Malang Tak Hadir
SMKN 4 Malang Nonaktifkan Guru dari Jabatan Koordinator Tatib
Sementara itu, Kepala SMKN 4 Malang Gunawan Dwiyono menyebut R selama bertugas dikenal memiliki kinerja baik. Dia juga menilai guru tersebut memiliki sikap ramah dalam kesehariannya di lingkungan sekolah.
"Kesalahannya jika bercanda keliru di depan umum," sebut Gunawan.
Gunawan mengatakan, persoalan tersebut berdampak pada kondisi psikologis R. Setelah munculnya pengaduan dari sejumlah siswi, R disebut mengalami syok. Pihak sekolah pun berupaya memberikan dukungan kepadanya.
Gunawan juga membenarkan bahwa R telah mendapat pembinaan dari Cabang Dinas Pendidikan. Sebagai tindak lanjut, sekolah sementara waktu menonaktifkan R dari jabatan koordinator tata tertib.

