Konsep ini menarik, karena perlu disediakan ruang filter di bagian depan rumah. Sehingga virus tidak dengan mudah masuk ke dalam rumah, karena terhalang beberapa filter layaknya masker yang selalu kita pakai.
“Ini dilakukan untuk membatasi interaksi dengan virus. Adanya ruang filter ini tak lain untuk sterilisasi. Seperti melepas jaket, sepatu, maupun topi. Bisa juga disediakan handsanitizer, bahkan kamar mandi di depan sehingga setelah ibu pulang dari pasar bisa bersih-bersih baru masuk ke rumah,” paparnya.
Filter ini pun berlaku untuk orang-orang selain keluarga yang datang. Susunan rumah juga terbagi ada zona publik, semi publik, semi private, private.
“Untuk ojek online yang delivery cukup sampai luar pagar saja. Untuk tamu pun harus melepas jaket sepatu di ruang filter juga. Jadi selain keluarga juga tidak bisa sembarangan masuk kalau tidak melalui ruang filter ini,” ujar Pengurus IAI Provinsi Jawa Timur itu.
Selain itu, adanya ruang terbuka di dalam rumah ini sangat penting. Karena di masa ini, tiap rumah baiknya memiliki tempat untuk berjemur, berolahraga, bahkan untuk bercocok tanam.
“Rumah yang sempit ini bukanlah masalah, karena di sempitnya lahan juga ada celah yang bisa kita manfaatkan. Di sinilah tantangan arsitek untuk memanfaatkan celah tersebut,” jelasnya.
Pewarta : Errica Vannie Editor : Shuvia Rahma