Salah satunya adalah ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) chapter Malang, Darmono. "Mas Yuyung meninggalkan banyak kesan kepada kami. Secara pribadi, almarhum banyak memberikan motivasi untuk berdedikasi dalam membuat karya. Beliau sosok guru besar fotografi," ujar redaktur foto Jawa Pos Radar Malang itu.
Bagi Darmono, sosok Yuyung Abdi selalu tampil khas dengan gaya santai kaos pendek celana pendek itu. "Dia selalu bawa sarung untuk sembahyang, semoga almarhum mendapatkan tempat yang terbaik,"ungkapnya.
Selain itu, Yuyung Abdi memiliki banyak karya jurnalistik yang bisa ditemukan di Perpustakaan Kota Malang saat masih aktif di Jawa pos. " Salah satu bukunya yang terkenal adalah buku tentang dunia gelap prostitusi di berbagai kota di Nusantara," imbuhnya.
Selain itu, salah seorang fotografer di Kota Malang, Suharto mengatakan bahwa Yuyung Abdi adalah panutan bagi anak muda. "Mas Yuyung sosok yang humble, selalu terbuka memberikan ilmu fotografi kepada siapa saja. Menjadi Panutan kaum Muda. Selain itu kalo di mintai tolong (untuk juri) langsung mau," kenangnya.
Pria yang akrab disapa Harto ini mengatakan, banyak pengalaman dan ilmu yang berharga ketika melakukan hunting foto bersama Yuyung Abdi. "Salah satu pengalaman bersama mas Yuyung, ketika diajak motret "aktifitas remang remang" di salah satu daerah. Ketika itu beliau punya tas hitam yang sudah di modifikasi khusus yang pas buat DSLR + lensa wide. Ia bilang, sengaja saya buat tas khusus ini untuk memudahkan memotret secara diam-diam," pungkasnya.
Yuyung Abdi sendiri terlihat aktif terakhir kali ketika penjurian lomba foto di Instagram Selasa (2/2) kemarin. Setelah itu, ia dikabarkan sakit oleh pihak keluarga.
Pewarta: Errica Vannie Editor : Ahmad Yani