Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Begini Wajah Alun-Alun Tugu di Malang setelah Direvitalisasi

Mahmudan • Minggu, 25 Juni 2023 | 22:15 WIB

WAJAH BARU: Pengendara melintasi banner bergambar desain Alun-Alun Tugu setelah direvitalisasi.
WAJAH BARU: Pengendara melintasi banner bergambar desain Alun-Alun Tugu setelah direvitalisasi.

Sejak dibangun pada 1920, Alun-Alun Tugu empat kali berganti wajah. Pada revitalisasi yang keempat, 2023 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memadukan konsep kolonial dan milenial. Nuansa tempo dulu tidak hilang, tapi tetap diterima kalangan anak muda.

 

PEROMBAKAN wajah alun-alun tugu bukan kali pertama. Mulanya hanya berupa tanah lapangan berbentuk bundar, kemudian dibangun tugu pada 1980-an. Lalu era kepemimpinan Wali Kota Soesamto pada 1988-1998 ditambahi pagar. Tahun ini, Wali Kota Sutiaji merevitalisasi dengan merobohkan pagar (selengkapnya baca grafis)

Selain pagar dirobohkan, penataannya juga bakal diubah. Yakni menggabungkan konsep heritage dan modern. Maksud heritage adalah, mengembalikan suasana seperti masa kolonial. Tujuannya untuk mempertahankan Alun-Alun Tugu sebagai salah satu ikon Kota Malang. Sementara konsep modern dimaksudkan agar tercipta sentuhan kekinian yang dekat dengan generasi milenial.

Jika menilik desain milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, konsep heritage disimbolkan tidak ada lagi pagar luar alun-alun. Dengan demikian, DLH mengembalikan seperti kondisi alun-alun saat diresmikan oleh Presiden RI Soekarno pada 1953.

Selain itu, kesan lawas juga akan terlihat dengan tambahan lampu taman. Desain lampu ini nantinya mirip dengan yang ada di Kajoetangan Heritage. Sementara kesan modern akan dihadirkan lewat penambahan lajur jogging track. Pedestrian yang berada di luar pagar, awalnya memiliki lebar sekitar 2 meter akan diubah 5 meter. Ini untuk mengakomodasi wisatawan yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Untuk desain taman pun juga mengalami perubahan. Nantinya pola taman akan berbentuk seperti kelopak bunga teratai. Arti dari kelopak bunga teratai menyimbolkan kebangkitan, ketenangan, kedamaian, untuk mewujudkan kondisi Kota Malang yang semakin baik dalam berbagai aspek.

Kepala DLH Kota Malang Noer Rahman Wijaya mengatakan, anggaran yang digelontorkan untuk revitalisasi sekitar Rp 5,3 miliar. Revitalisasi tak hanya memoles wajah Alun-Alun Tugu, tapi juga memperbaiki saluran drainase di tempat tersebut. ”Target revitalisasi ini rampung September depan," ujar Rahman.

Rencananya, dia melanjutkan, Alun-Alun Tugu didesain sebagai tempat wisata alternatif, selain Kajoetangan Heritage. Untuk itu, Rahman mengatakan, pihaknya akan menambahkan beberapa elemen yang mengundang daya tarik masyarakat. Seperti atraksi air mancur dan lampu taman yang memiliki keindahan. ”Jadi, kursi-kursi, bunga-bunga, dan taman akan dipercantik,” tegas pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.(adk/dan)

Editor : Mahmudan
#alun #Bundaran Tugu Malang #Kota Malang #Tugu