BATU - Adanya gangguan pada atmosfer menyebabkan kondisi beberapa hari ini terjadi mendung hingga hujan. Termasuk di Kota Batu, sejumlah titik juga dipenuhi kabut tebal.
Firda Amalia Maslakah, Staf Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Malang mengatakan bahwa potensi el nino di tahun ini lemah-moderat. Sebagai gambaran, di Indonesia secara umum dampak dari el nino adalah kondisi kering dan berkurangnya curah hujan.
“Tapi untuk cuaca pada akhir-akhir ini sering mendung dan hujan itu karena faktor lainnya,” katanya. Berdasarkan pantauan dari BMKG, kejadian beberapa hari ini terjadi mendung dan juga hujan salah satunya ialah terdapat daerah konvergensi di sebelah utara Laut Jawa yang menunjukkan adanya perlambatan angin di sekitar Jawa bagian timur.
Hal itu yang menyebabkan massa udara berkumpul sehingga meningkatkan kecenderungan pertumbuhan awan hujan. Dan juga terlihat adanya belokan angin di lapisan 3.000 feet. “Serta terdapat gangguan atmosfer MJO (madden julian oscillation) meskipun nilai mendekati netral,” katanya
Ditambah dengan gelombang atmosfer equatorial kelvin dan gelombang atmosfer equatorial rossby. Hal itu berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan cumulonimbus yang dapat memicu terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang sesaat.
“Dan perlu diingat bahwa atmosfer di daerah tropis ini sangat dinamis (mudah berubah) jadi tidak selalu pada musim kemarau tidak ada hujan sama sekali,” ujarnya. Karena ada faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan.
Untuk perkiraan harian di Kota Batu hingga (10/7) diprediksi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan. Sementara yang untuk cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung sampai (13/7). Maka dari itu masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan selalu update informasi dari BMKG. (iza/lid)
Editor : Kholid Amrullah