MALANG KOTA – Sebanyak 864 peserta seleksi Jalur Mandiri skor UTBK-SNBT Universitas Negeri Malang (UM) yang masuk daftar cadangan, punya peluang besar diterima. Sebab tidak semua peserta yang lolos seleksi mau registrasi ulang.
Tahun ini, pagu Jalur Mandiri skor UTBK-SNBT UM mencapai 1.873 kursi. Namun hanya 1.728 peserta yang dinyatakan lolos seleksi. Itu pun tidak semua melakukan registrasi ulang.
Hingga batas akhir 13 Juli lalu, hanya 1.115 peserta yang melakukan registrasi ulang. Dengan demikian, 613 kursi masih kosong. Kursi kosong itulah yang nantinya diisi oleh peserta yang berstatus cadangan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Seleksi UM Rizky Firmansyah.
Rizky mengatakan, jumlah pendaftar yang diterima kurang dari pagu. Sebab ada beberapa prodi yang jumlah peminatnya sedikit. Sehingga penerimaan jalur mandiri skor UTBK-SNBT tak sesuai dengan pagu yang ada. “Pokoknya 50 persen dari total yang diterima berstatus cadangan,” kata dia.
Karena kursi yang tersedia hanya 613, berarti ada 251 peserta cadangan yang terpental. Meski begitu, mereka masih punya peluang diterima. Sebab tidak menutup kemungkinan ada peserta cadangan yang tidak melakukan registrasi ulang.
Dia mengatakan, tahun ini kali pertama diterapkan sistem cadangan. Status cadangan juga diumumkan secara terbuka melalui akun masing-masing calon maba. ”Status cadangan itu kini berubah otomatis menjadi diterima,” katanya.
Rizky memaparkan, sisa kuota tiga sub jalur mandiri yakni prestasi, skor mandiri UTBK-SNBT, dan kemitraan akan dilimpahkan ke jalur mandiri TMBK (Tes Masuk Berbasis Komputer). Sehingga 145 kuota yang kosong itu akan dilimpahkan ke TMBK. “Itu nanti juga berlaku jika ada tambahan kuota yang kosong karena calon maba tak registrasi ulang,” pungkasnya. (dre/dan)
Editor : Mahmudan