ISTILAH yang menjadi kata ganti uang ini masih umum digunakan.
Ada dua versi di balik istilah Ojir.
Versi pertama menyebut kata itu berasal dari Raijo.
Versi berikutnya menyebut bila Ojir berasal dari kata Rejo.
Sejarawan dan Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati menuturkan, Raijo juga dikenal sebagai akronim dari Raine Ijo, atau wajahnya hijau.
”Diketahui warna hijau identik dengan uang. Sehingga jika menyebut uang, Arek Malang lebih senang dengan Ojir,” terang dia.
Versi lain menurut Restu, Ojir berasal dari kata Rejo.
Itu merupakan kata dalam bahasa Jawa Kuno yang artinya makmur.
”Karena bahasa Ojir ini kan sampai sekarang tidak tahu pencetusnya siapa. Jadi ada beberapa versi asal muasalnya. Yang paling umum memang Raijo, kemudian ada versi Rejo,” papar Restu.
Pada 2019 lalu, Pemkot Malang mengadopsi istilah itu menjadi sebuah program.
Namanya juga OJIR, kepanjangannya yakni Ojo Percoyo Karo Rentenir.
Program itu juga masih ada hubungannya dengan uang.
Lebih tepatnya untuk melawan pengaruh dari Bank Titil di masyarakat. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana