Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Malang Raya Dapat 256 Kuota Haji Tambahan, Ini Rinciannya per Daerah

Bayu Mulya Putra • Senin, 4 Maret 2024 | 18:14 WIB
Penyedia jasa haji dan umrah memberi info kepada calon pendaftar di Malang Exhibition Week MOG
Penyedia jasa haji dan umrah memberi info kepada calon pendaftar di Malang Exhibition Week MOG

MALANG RAYA- Tambahan 20 ribu kuota haji secara nasional turut berimbas di Malang Raya.

Berdasar data Kementerian Agama (Kemenag) tiga daerah, diketahui ada 256 kuota haji tambahan tahun ini.

Jumlah terbanyak di Kabupaten Malang. Mencapai 144 jamaah.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Kabupaten Malang Abdul Salam menjelaskan, kuota secara nasional itu sudah dibagi dengan seluruh kota/kabupaten di Indonesia.

”(Kuota tambahan) itu adalah hasil koordinasi antara dua negara,” kata dia.

Untuk diketahui, tambahan kuota secara nasional didapat setelah Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota yang juga Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman Al-Saud.

Pertemuan itu terjadi pada 19 Oktober 2023. Meski ada kuota tambahan, Kemenag tetap menyediakan kuota cadangan.

Tahun ini, Kemenag di Malang Raya menyiapkan 703 kuota cadangan. Kuota cadangan terbanyak di Kabupaten Malang. Mencapai 484 jamaah.

Abdul Salam mengatakan, dari porsi cadangan itu, hampir 200-an jamaah sudah melakukan pelunasan.

”Tahun lalu, kuota cadangan kurang lebih 100 jamaah,” kata dia.

Sebelum pelunasan, mereka juga ikut menjalani tes kesehatan agar mendapatkan status istitha’ah atau dianggap mampu melaksanakan haji.

Seperti namanya, jamaah cadangan akan mengisi kuota apabila ada yang batal berangkat.

Proses penggantian pun disesuaikan berdasar nomor urut pendaftaran.

Karena itu, porsi cadangan dimasukkan dari antrean jamaah haji reguler.

Abdul Salam menambahkan, saat proses pelunasan, mereka yang masuk kuota cadangan juga diharuskan membuat surat pernyataan.

”Surat itu menyatakan apabila tak berangkat tidak ada yang menuntut Kemenag,” kata dia.

Jika tak jadi berangkat namun sudah melakukan pelunasan, jamaah cadangan akan masuk jadwal berangkat tahun depan.

Mereka wajib melakukan penambahan dana jika nominal Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) mengalami kenaikan pada tahun depan.

Sebagai informasi, nominal Bipih tahun ini sekitar Rp 60,5 juta.

Di Kota Malang, porsi tambahan jamaah haji tahun ini mencapai 100 jamaah. Jumlah itu menurun dibanding tahun lalu.

Sebab, Kasi PHU Kemenag Kota Malang Subhan mengatakan bila 2023 lalu pihaknya mendapat tambahan 300 jamaah.

Kebanyakan jamaah itu berasal dari luar Kota Malang.

Seperti jamaah asal Pasuruan, Kabupaten Malang, dan sekitarnya.

Berdasar Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler, ada tiga alasan yang membuat jamaah diperbolehkan melakukan mutasi pemberangkatan.

Yakni alasan pindah domisili, alasan perpindahan kerja atau dinas, serta alasan penggabungan mahram.

”Sebagai contoh, ada yang mendaftar melalui Kemenag Kabupaten Malang, tapi kemudian memilih pindah,” kata dia.

Meski demikian, lokasi pemberangkatan yang berbeda hanya bisa dilakukan jika jamaah sudah melakukan pelunasan.

Berkaca dari 2023 lalu, pihaknya sudah mengusulkan kuota penambahan juga untuk tahun ini.

”Berarti ada kemungkinan jamaah yang berangkat dari Kota Malang melebihi kuota,” imbuh Subhan.

Kemenag Kota Malang juga menyediakan kuota cadangan.

Jumlahnya 165 jamaah.

Semuanya sudah melakukan pelunasan Bipih tahap pertama. Disinggung soal haji khusus, biasanya itu ditentukan oleh Kementerian Agama RI.

Tahun ini, kuota jamaah haji khusus untuk Indonesia sebanyak 19.280 jamaah.

Dia memperkirakan bila kuota haji khusus dari Kota Malang sebanyak 120 jamaah.

Secara umum, penentuan kuota itu berkaca pada jumlah penduduk di suatu daerah.

Karena itu, kuota jamaah haji reguler dari Kota Batu paling sedikit di Malang Raya.

Tahun ini, kuota regulernya 140 jamaah.

Selanjutnya ada kuota tambahan 12 jamaah, serta 54 kuota cadangan.

Kasi PHU Kemenag Kota Batu Basuki Rachmat mengatakan, dari total 140 kuota haji tahun ini, ada sekitar 127 jamaah yang sudah melakukan pelunasan Bipih.

Sementara tujuh jamaah lainnya mengundurkan diri.

”Sementara kuota cadangan di Kota Batu ada 54 kursi jamaah. Dari total itu, ada 26 jamaah yang sudah melakukan pelunasan Bipih,” kata dia.

Basuki mengatakan, pihaknya akan menunggu para jamaah reguler melakukan pelunasan terlebih dahulu.

Jika ada jamaah haji reguler yang tak melakukan pelunasan, maka posisi mereka akan diganti jamaah haji cadangan yang sudah lunas.

”Dari 26 jamaah cadangan (yang sudah melakukan pelunasan) itu, semua sudah istitha’ah, jadi bisa berangkat jika ada kursi kosong,” tambahnya.

Basuki memastikan bila skema kuota cadangan jamaah haji proporsional.

Tiap-tiap provinsi menda[1]patkan alokasi kuota cadangan yang berbeda-beda.

Dengan kisarannya 20 sampai 40 persen.

Karena itu, kuota jamaah haji reguler di Kota Batu tidak mengalami perubahan.

”Jika mereka yang kuota cadangan yang sudah melunasi biaya haji tidak bisa berangkat tahun ini, itu akan menjadi prioritas untuk keberangkatan tahun depan,” jelasnya.

Sementara untuk kuota haji khusus dan jalur haji furoda, dia menyebut bila warga Kota Batu cenderung kurang berminat. Sebab, biayanya cukup tinggi.

Basuki menjelaskan, pengawasan terhadap haji furoda dilakukan langsung oleh Kemenag RI.

Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat memastikan biro travel yang digunakan benar-benar punya izin resmi.

”Sebab, pada beberapa kasus, penyelenggara haji furoda hanya memfasilitasi visa. Mereka harusnya memberikan bimbingan juga,” kata dia.

(iza/mel/pri/by)

 

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#haji #kuota #malang