Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Khas Arek Malang, Ini Bahasa Walikan yang Jadi Variasi Kata Pukul

Bayu Mulya Putra • Sabtu, 18 Mei 2024 | 13:39 WIB

 

Ilustrasi seseorang hendak memukul. Variasi kata bahasa malangan dalam kamus walikan untuk kata pukul cukup banyak
Ilustrasi seseorang hendak memukul. Variasi kata bahasa malangan dalam kamus walikan untuk kata pukul cukup banyak

MALANG - Ada beberapa istilah pengganti untuk kata pukul.

Seperti pongor, tayar, dan lokop.

Istilah terakhir berasal dari bahasa walikan.

Kata dasarnya yakni pukul.

Lidah orang Jawa yang jarang menggunakan huruf ’U’ membuat pelafalannya berubah menjadi ’O’.

”Sebuah istilah memang tergantung cara melafalkannya. Itu berkaitan dengan kebiasaan seseorang,” terang Sejarawan dan Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati.

Contoh kalimat, ”lek onok pemain ndek lapangan sing egois gak perlu dipisuhi rek. Langsung dilokop ae ben sadar.”

Dari beberapa literasi yang ada, diketahui bila penggunaan istilah lokop mulai ada pasca kemerdekaan.

Tepatnya medio tahun 1949.

Pada masa itu, pasukan Gerakan Rakyat Kota (GRK) Malang pimpinan Mayor Hamid Rusdi gemar membalikkan istilah dalam bahasa Jawa.

Itu dilakukan untuk keperluan komunikasi.

Sebab, pada masa itu masih ada perlawanan dari tentara Belanda.

Restu meyakini jika popularitas bahasa walikan mulai terlihat antara 1960 dan 1970-an.

”Bahasa itu berasal dari masyarakat, yang bisa jadi kemunculannya lebih lama dari zaman tersebut atau setelah itu,” ucapnya. (biy/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kamus malangan #lokop #bahasa malangan