Malang Flower Carnival di Kota dan Kanjuruhan Culture Carnival di Kabupaten
MALANG RAYA – Tiga event besar berbentuk karnaval dilaksanakan sepanjang Agustus 2024 di Malang Raya.
Kota Batu sudah melaksanakan Bantengan Nuswantara Trance Festival pada 4 Agustus lalu.
Malang Flower Carnival (MFC) pada 25 Agustus mendatang.
Sementara Kabupaten Malang menyusul dengan Kanjuruhan Culture Carnival pada 31 Agustus 2024.
Di Kota Malang memang nihil acara karnaval di tingkat kelurahan maupun kecamatan dalam rangka peringatan HUT Ke-79 Kemerdekaan RI.
Semuanya akan dipusatkan pada event MFC.
Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana menyuguhkan tampilan dan konsep berbeda untuk tahun ini.
Biasanya MFC digelar di Jalan Ijen.
Tahun ini bakal dipindah ke Balai Kota Malang.
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi mengatakan, pemindahan lokasi MFC didasarkan pada beberapa pertimbangan.
Salah satunya, kawasan Balai Kota Malang dengan Alunalun Tugu yang baru dinilai memiliki nilai lebih dibandingkan Jalan Ijen.
Selain itu, jika digelar di balai kota, proses perizinan lebih gampang karena jarang terdapat ada rumah penduduk.
Tidak seperti di Jalan Ijen yang padat hunian.
”Panggungnya nanti akan di depan balai kota. Kami memilih di sana karena banyak bangunan heritage,” ujar Baihaqi.
Rute karnaval akan dimulai dari Alun-alun Tugu, kemudian memutar ke Jalan Kertanegara dan finish di depan balai kota.
Baihaqi mengatakan, MFC pada tahun ini akan diikuti sekitar 200 peserta.
Pengunjung diperkirakan mencapai 35 ribu orang dengan perputaran ekonomi Rp 5 miliar sampai Rp 7,5 miliar Tema yang diangkat pada pelaksanaan MFC tahun ini adalah The Magnificent of Arema.
Tema itu dipilih karena Kota Malang tidak bisa terlepas dari Arek Malang dan klub bola Arema yang menjadi kebanggaan.
”Selain ornamen bunga, nanti kostumnya akan menampilkan ciri khas Arema, yakni singa,” tandas Baihaqi.
Ditanya terkait karnaval Kota Malang, Baihaqi menuturkan pemkot memastikan tidak menggelar festival tersebut tahun ini.
Agenda lain yang bakal digelar adalah turnamen tenis untuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang.
Tanggal 10 sampai 11 Agustus 2024.
Sebagai pengingat, Karnaval Kota Malang ini biasanya digelar pemkot untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI.
Acaranya selalu diikuti 57 kelurahan dan seluruh perangkat daerah.
Terakhir, Karnaval Kota digelar pada 2023 lalu.
Juga Siapkan Batu Art Flowers Carnival Pemkot Batu juga tidak melaksanakan karnaval besar yang secara khusus ditujukan untuk peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Bahkan tak ada agenda karnaval desa tertentu yang masuk dalam kalender event Kota Batu.
Satu-satunya yang sudah dilaksanakan adalah event tahunan Bantengan Nuswantara Trance Festival pada 4 Agustus lalu.
Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Arief As Sidiq mengatakan, hanya ada tujuh event yang akan digelar selama Agustus 2024.
Di antaranya Festival Menghias Gapura KWB, Bantengan Nuswantara, Batu Street Food festival, Sport Tourism Antar-Instansi, Jalan Sehat Heroik, Pergelaran Seni Remo Sapu Jagat, dan Batu Motocross Challenge.
Arief juga menjelaskan beberapa event yang sudah terlaksana.
Seperti Bantengan Nuswantara dan Batu Street Food festival.
Sementara, yang masih dalam proses pelaksanaan adalah Festival Menghias Gapura KWB yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Batu.
Karnaval besar justru akan dilaksanakan pada 27 Oktober mendatang.
Yakni Batu Art Flowers Carnival.
Meski demikian, pihaknya sudah mulai melakukan persiapan untuk pelaksanaannya.
Sebab event itu masuk dalam kegiatan andalan Kota Batu.
Sosialisasi pun sudah mulai dilakukan, terutama kepada pihak-pihak yang rutin berkontribusi sebagai partisipan.
”Kami selalu kolaborasi dengan partisipan dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari pelaku usaha hotel, restoran, wisata atau hiburan, sanggar budaya, hingga pemerintah desa,” ungkapnya.
Menurut Arief, akan ada sekitar 100 Kontingen yang terlibat dalam event tersebut.
Anggaran yang dikeluarkan untuk Batu Art Flowers Carnival mencapai sekitar Rp 5 miliar.
Namun, anggaran itu bersifat partisipatif atau dikeluarkan oleh masing-masing partisipan sendiri.
”Perputaran uang dalam event itu bisa mencapai Rp 7 miliar. Wisatawan yang datang bisa mencapai 50 ribu orang,” imbuhnya.
Menyebar di Tingkat Desa Sebenarnya ada 89 event yang diselenggarakan di wilayah Kabupaten Malang sepanjang Agustus 2024.
Mayoritas berupa bersih desa yang selalu menyisipkan kegiatan pawai atau karnaval.
Event skala kecil biasanya diselenggarakan oleh pemerintah desa.
Sedangkan yang berskala besar diselenggarakan oleh kecamatan hingga kabupaten.
Kepala Bidang Pemasaran Wisata Disparbud Kabupaten Malang Dyah Kusuma Hastuti menyebutkan, dalam bersih desa biasanya ada pawai encekencek.
Yakni kirab tumpeng berukuran kecil yang diberi wadah dari pelepah pisang.
Terkadang dalam rangkaian bersih desa juga terdapat karnaval yang diikuti oleh masyarakat desa setempat.
”Kalau untuk karnaval besar itu ada Pesona Gondanglegi dan Kanjuruhan Culture Carnival (KCC),” ujarnya kemarin (7/8).
Namun, waktu pelaksanaan Pesona Gondanglegi belum ditentukan.
Pihak penyelenggara masih mengurus perizinan.
Kemungkinan tidak diselenggarakan pada bulan Agustus.
Sedangkan KCC dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus 2024.
Pemkab Malang pun turut andil dalam event tersebut.
Utamanya dalam promosi event melalui media digital maupun cetak.
Termasuk menjalin kerja sama dengan stakeholder terkait.
Sebab, event tahunan tersebut berpotensi mendatangkan wisatawan dan mampu meningkatkan perputaran uang masyarakat.
Bendahara Pesona Gondanglegi Andri Dwi Agus menyebutkan, karnaval tersebut memang selalu ditunggutunggu masyarakat.
Utamanya yang berdomisili di Malang Selatan.
Sebab, karnaval itu menyuguhkan berbagai macam kostum unik.
Setiap kostum pun memiliki cerita, sehingga menarik bagi masyarakat.
Seperti tema Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Singhasari.
Pada 2023 lalu, karnaval skala kecamatan terbesar itu digelar pada 11 November 2023.
Sementara, pada tahun ini, masih belum ditentukan waktu pelaksanaannya.
“Kami masih mengurus perizinan. Karena Oktober-November mendekati Pilkada, jadi kemungkinan besar dimajukan September,” kata Andri. (adk/ dre/yun/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana