Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mberot bukan Monopoli Kaum Pria! Kesenian Bantengan di Malang Kian Diminati Wanita

Bayu Mulya Putra • Sabtu, 31 Agustus 2024 | 23:00 WIB

BUTUH BANTUAN ANGGARAN: Drainase di Jalan Soekarno-Hatta perlu dilebarkan agar bisa menampung volume air yang meningkat saat musim hujan.
BUTUH BANTUAN ANGGARAN: Drainase di Jalan Soekarno-Hatta perlu dilebarkan agar bisa menampung volume air yang meningkat saat musim hujan.

MALANG KOTA – Peminat kesenian bantengan mberot kian tak hanya didominasi kaum pria saja.

Kini makin banyak perempuan yang ikut tertarik menikmati seni bantengan mberot di Malang.

Bahkan, beberapa di antara mereka juga ikut menjadi pemain dalam pertunjukan bantengan mberot.

Seperti bantengan Putra Mayangkara Sejati yang tampil untuk mengiringi pasangan calon kepala daerah Heri Cahyono (Sam HC) dan Ganis Rumpoko, Kamis lalu (29/8).

Sebelum pasangan calon Sam HC-Ganis Rumpoko tiba di depan KPU Kota Malang, bantengan Putra Mayangkara Sejati menampilkan atraksinya.

Baca Juga: Ini Dia Seniman Bantengan Malang yang Konsisten Puluhan Tahun Berkesenian, Rajin Buat Replika dan Tampil di Berbagai Pertunjukan

Dua di antara penampil bantengan adalah perempuan.

Mereka bernama Febria Anastasia, 16, dan Savanata Azzahra, 14.

Menurut Febria, dia dan Savanata sudah menekuni bantengan sejak tahun lalu.

Keduanya menekuni bantengan karena tertarik.

 Setelah itu memutuskan untuk berlatih bersama dalam satu paguyuban bantengan.

”Lama kelamaan akhirnya senang. Kami juga jadi bisa menyalurkan bakat dan hobi,” kata perempuan yang berasal dari Kelurahan Lesanpuro Gang 12, Kecamatan Kedungkandang, tersebut.

 Selain mereka berdua, Febria menyebut ada beberapa perempuan lain yang ikut dalam kesenian bantengan Putra Mayangkara Sejati.

”Jumlahnya tidak hapal, tapi ada beberapa perempuan lain yang ikut selain kami,” imbuh dia.

Febria melanjutkan, selain bantengan, keduanya juga bisa memainkan ganongan atau kesenian reog.

Baca Juga: Ternyata Menghasilkan! Sekali Event Bantengan di Malang Raya Raup Puluhan Juta

Dalam ganongan, biasanya mereka menampilkan sosok Patih Pujangga Anom.

Untuk bisa menekuni kesenian tradisional, Febria dan Savanata rutin berlatih.

Mereka juga kerap tampil untuk menambah jam terbang.

Terutama saat akhir pekan seperti Jumat, Sabtu, dan Minggu.

”Kalau akhir pekan sering ada tanggapan biasanya,” tandasnya. (mel/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#mberot #malang #bantengan