MALANG KOTA – Bus Trans Jatim segera beroperasi di Malang Raya. Jika sesuai jadwal, moda transportasi itu akan melayani warga sejak bulan Oktober mendatang. Saat ini, Pemprov Jatim dan Pemkot Malang sedang mematangkan detail teknisnya.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan bahwa operasional Bus Trans Jatim tetap dilaksanakan tahun ini. Hingga kini masih sesuai rencana pemprov, yakni dimulai bulan depan. ”Saat ini masih perlu dibahas jalur di Kota Malang. Kami masih harus duduk bersama dengan pem prov,” kata dia.
Selain jalur yang perlu dibahas lebih lanjut, Pemkot Malang juga masih menunggu penetapan halte Bus Trans Jatim. Pembangunan halte itu sepenuhnya akan ditanggung Pemprov Jatim.
Secara konsep, Wahyu menyebut bahwa mulanya Bus Trans Jatim mencakup Kota Malang dan sedikit di wilayah Kabupaten Malang hingga Kota Batu. Namun dalam prosesnya, ada sejumlah masukan untuk memperluas layanan hingga ke Kabupaten Malang.
Hal itu juga dipertimbangkan sebelum operasional bulan Oktober mendatang. ”Banyak masukan dari berbagai pihak untuk menambah rute hingga Kabupaten Malang. Tentu ini sangat baik, warga Malang Raya bisa memiliki transportasi yang terintegrasi,” imbuh Wahyu.
Meski jalur-jalurnya masih dibahas, titik terminal kemungkinan besar tidak akan mengalami perubahan. Di Kota Malang, Terminal Hamid Rusdi akan menjadi pusat pelaksanaan Trans Jatim. ”Karena Terminal Hamid Rus di itu juga milik provinsi, jadi akan berpusat di situ. Harapan saya Trans Jatim bisa memberikan satu kemudahan pelayanan tanpa menyingkirkan peran dari angkutan kota,” papar dia.
Keberadaan Trans Jatim bakal diintegrasikan dengan Pasar Induk Gadang (PIG). Untuk itu, Pemkot Malang tengah merencanakan relokasi pedagang di sisi timur. Bekas bedak tersebut akan difungsikan menjadi jalan raya.
Di tempat lain, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Siraduhitta mengatakan, Pemkot Malang harus menyambut baik rencana tersebut dengan menyiapkan feeder (angkutan penghubung). Angkutan kota harus dilibatkan dalam penyediaan sistem feeder tersebut.
”Sopir angkot harus mendapat perlindungan ketika Bus Trans Jatim masuk sini. Jangan sampai jalur digunakan tetapi tidak ada pemberdayaan bagi mereka,” tegasnya. Dengan adanya feeder, sistem transportasi bakal semakin luas menjangkau masyarakat. (adk/by)
Editor : A. Nugroho