SURABAYA - Kawasan pesisir seperti Nambangan Perak dan Nambangan Cumpat kerap dilanda bencana hidrometeorologi. Mitigasi bencana pun dilakukan oleh BPBD Surabaya.
Yakni dengan memasang papan jalur evakuasi di dua kawasan tersebut. Pemasangan papan jalur evakuasi dilakukan di 19 titik di Kelurahan Kedung Cowek.
Lokasinya tersebar di area permukiman warga dan fasilitas publik seperti sekolah dan tempat ibadah.
’’Alhamdulillah lokasi kami sudah dipasangi papan evakuasi. Ini sangat penting, terutama bagi warga yang belum sepenuhnya paham,” ujar Ahmad Jamil, nelayan di Nambangan Perak.
Bagi komunitas nelayan yang akrab dengan prosedur keselamatan, papan peringatan ini dinilai cukup membantu.
’’Tetap perlu sosialisasi lebih lanjut agar semua warga memahami jalur evakuasi dan titik kumpul yang telah ditetapkan,’’ lanjutnya.
Salah satu titik kumpul jalur evakuasi berada di Kelurahan Kedung Cowek. Lokasinya aman karena jauh dari bibir pantai.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Surabaya Yanu Mardianto mengatakan, lokasi titik kumpul dipilih berdasarkan hasil kajian.
’’Kami tempatkan di kantor kelurahan dan fasilitas publik lainnya untuk memudahkan warga,” katanya.
Pemasangan papan jalur evakuasi merupakan bagian dari program Kampung Tanggap Bencana. Selain di Kedung Cowek, papan evakuasi juga ditempatkan di Tambak Wedi dan Bulak Banteng, dengan total 100 papan dan titik evakuasi di wilayah pesisir.
Yanu menambahkan, kawasan Nambangan Perak dan Nambangan Cumpat pernah terdampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir rob yang merusak beberapa perahu nelayan.
Sebagai langkah mitigasi tambahan, BPBD Surabaya bekerja sama dengan BMKG Maritim Tanjung Perak mengaktifkan dua papan digital weather information display (WID).
Alat ini berfungsi sebagai rambu bagi nelayan sebelum memutuskan berangkat melaut. (zam/ai/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana