RADAR MALANG - Sunardi dan keluarganya, warga Kelurahan Demaan, Jepara, Jawa Tengah, terpaksa membangun jembatan pribadi senilai Rp250 juta di belakang rumah mereka.
Langkah ini dilakukan setelah akses jalan satu-satunya ke rumah mereka ditutup oleh tetangga, SP, yang merupakan pemilik tanah di lokasi tersebut.
Penutupan jalan dilakukan oleh SP dengan alasan merasa tidak nyaman keluarga Sunardi lewat dengan kendaraannya mengganggu SP.
Akibatnya, Sunardi harus menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai di belakang rumahnya demi keluar masuk rumah.
Kondisi ini berlangsung tidak lama hingga akhirnya Sunardi, bersama keluarga besarnya, memutuskan membangun jembatan permanen sebagai solusi.
Pihak Polsek Jepara sempat mencoba memediasi konflik ini.
Namun, kedua pihak tidak mencapai kesepakatan.
Dengan dukungan dari keluarga besarnya, Sunardi berhasil menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut, meski memakan biaya yang tidak sedikit.
Ironisnya, setelah jembatan selesai dibangun, SP membuka kembali akses jalan yang sebelumnya telah ditutup.
Meski begitu, keluarga Sunardi mengaku tidak ingin memperpanjang masalah atau terlibat konflik lebih jauh.
"Kami tidak ingin berkonflik. Biarlah ini menjadi urusan SP sendiri," ujar salah satu anggota keluarga Sunardi.
Diketahui, keluarga besar Sunardi memiliki kemampuan finansial yang memadai untuk membangun jembatan tersebut.
Namun, mereka menyayangkan kejadian ini dan berharap tidak ada lagi perselisihan serupa di masa mendatang. (Septi Alina)
Editor : Aditya Novrian