Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tersangka Casting Iklan Fiktif di Surabaya Potensi Bertambah

Aditya Novrian • Jumat, 10 Januari 2025 | 22:35 WIB
Photo
Photo

Polisi Telusuri Pembeli Pertama Video Hidden Cam 

SURABAYA – Kasus casting iklan fiktif menemukan sebuah fakta baru. 

Polisi mendapati adanya sebuah grup di Telegram yang menjadi jual beli video syur para model. 

Grup tersebut berisi 3 ribu orang yang menjadi anggota. 

Photo
Photo

Fakta tersebut didapat setelah polisi melakukan pendalaman keterangan dari salah satu model, AA. 

Dia datang ke Polda Jatim kemarin dengan membeberkan aksi licik yang dilakukan S dan N, dua otak dari kasus perekaman video syur para model. 

”Saya diberi tahu oleh seorang follower di Instagram, rata-rata videonya panjang, bisa sampai 10 menit,” ungkap AA. 

Video yang diperjualbelikan dibanderol dengan harga hingga jutaan rupiah. 

Harga yang ditawarkan juga disesuaikan dengan durasi maupun angle video. 

Dalam pemanggilan kemarin, AA tidak sendirian. 

Ada beberapa korban lain yang mengaku sempat mendapatkan ancaman pemerasan. 

Pemanggilan kembali kepada AA maupun korban lain dimaksudkan polisi untuk menguak kemungkinan adanya tersangka baru. 

Sejauh ini, ada dua tersangka yang telah ditetapkan polisi. 

Kemungkinan jumlah tersangka bisa bertambah. 

”Ini tadi kabarnya sedang menelusuri pembeli pertama dari video hidden cam,” kata AA. 

Pembeli pertama diduga punya peran dalam persebaran video secara meluas. 

Sementara Direktur Reserse Siber (Diressiber) Polda Jatim Kombes Pol Raden Bagoes Wibisono Handoyo menuturkan bahwa pihaknya masih melakukan pemanggilan saksi untuk pemeriksaan lanjutan. 

Dia belum bisa memastikan apakah pembeli sekaligus penyebar video pertama para model langsung dijadikan tersangka. 

Pihaknya akan melakukan pendalaman keterangan dari para model untuk mengumpulkan bukti kuat. 

”Untuk sementara belum ada tersangka ketiga,” tuturnya. (leh/dns/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#fakta baru #telegram #Video syur #model #Kasus #polisi #fiktif #jual beli #casting iklan