Warga Minta Pelebaran Jalan Tetap Dilanjutkan sampai Lakarsantri
SURABAYA – Pelebaran Jalan Raya Menganti Lidah Wetan sepanjang 350 meter mampu mengurangi kemacetan di simpang empat Babatan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mencatat persentase kepadatan berkurang 20 persen.
Subkoordinator Penyediaan Perlengkapan Jalan Bidang Lalu Lintas Dishub Surabaya Prasetyo Prambayanto mengatakan, Jalan Raya Menganti Lidah Wetan yang dilebarkan sudah dibuka sejak Kamis (6/2) lalu.
Hasilnya, kepadatan di simpang empat Babatan Unesa berkurang hingga 20 persen.
”Khususnya dari arah utara dan timur,” paparnya.
Menurut Prasetyo, sebelum jalan itu dilebarkan, kepadatan sering terjadi dari arah timur ke barat.
Bahkan hingga pintu masuk Perumahan Royal Residence.
Namun, setelah akses anyar itu dibuka, titik kemacetan hanya berada di depan Koramil Karangpilang.
”Kepadatan di traffic light (TL) Babatan sudah banyak berkurang,” jelasnya.
Pelebaran Jalan Raya Menganti Lidah Wetan juga mempercepat laju kendaraan dari arah utara menuju ke barat.
”Karena lebar jalan baru membuat manuver kendaraan lebih cepat,” ujar Prasetyo.
Dia menambahkan, titik rawan kepadatan diperkirakan berpindah di depan Perumahan Wisata Bukit Mas dan Masjid Raya Lidah Wetan.
Apalagi, jalan di dekat masjid menyempit.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengembang.
Petugas keamanan stand by 24 jam untuk mengatur arus lalu lintas di depan pintu masuk Perumahan Wisata Bukit Mas.
Lalu, di jam padat, dishub akan menerjunkan petugas di dekat masjid.
”Kami siagakan petugas untuk mengurai kepadatan,” tambahnya.
Saat ini, lanjut Prasetyo, pihaknya telah memasang beberapa rambu seperti larangan parkir, hati-hati, dan larangan berhenti pada jalan yang dilebarkan itu.
Rambu bisa ditambah agar lalu lintas jalan semakin lancar.
”Kami akan mengevaluasi setiap hari,” tuturnya.
Ketua LPMK Lidah Wetan M. Andi mengungkapkan, pembukaan jalan baru itu mengurangi kemacetan di wilayahnya.
Pihaknya mendorong pemkot segera melanjutkan pembangunan sesuai perencanaan hingga kawasan Lakarsantri.
”Segera diselesaikan supaya warga bebas macet,” jelasnya.
Andi menambahkan, tahun ini pemkot berfokus pada pembebasan tanah.
Lokasi lahan yang dibebaskan sampai Lembah Harapan.
Pembangunan fisik direncanakan pada tahun depan. (ata/c19/aph/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana