Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penemuan Langka: BRIN Identifikasi Spesies Baru Kadal Buta di Indonesia

Aditya Novrian • Senin, 19 Mei 2025 | 19:15 WIB
(WikipediA)
(WikipediA)

RADAR MALANG - Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi spesies baru kadal buta dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

Reptil ini diberi nama Dibamus oetamai, sebagai penghormatan kepada Jakob Oetama, tokoh pers Indonesia pendiri Kompas Gramedia.

Sedangkan nama lokal yang diusulkan adalah Kadal Buta Buton.

Kadal buta dari genus Dibamus ini merupakan reptil fosorial hidup dalam tanah dengan tubuh menyerupai cacing, dengan mata yang terdegenerasi, serta betina tanpa kaki.

Namun, jenis pejantan memiliki kaki vestigial kecil berbentuk flap.

Sebelumnya, populasi kadal ini di Buton disangka bagian dari Dibamus novaeguineae, spesies yang tersebar luas di Papua dan sekitarnya.

Baca Juga: Bupati Malang H M. Sanusi Siapkan Rp 10 M untuk Riset Tebu

Namun, melalui analisis morfologi dan biogeografi, para peneliti BRIN menemukan ciri khas unik pada populasi Buton.

Karakteristik Dibamus oetamai meliputi ukuran tubuh dengan panjang hingga 145,7 mm, kepala tanpa sutur rostral medial dan lateral, serta warna tubuh berpola dua hingga tiga pita terang.

Spesies ini ditemukan di hutan hujan muson Pulau Buton pada ketinggian di bawah 400 meter di atas permukaan laut.

Peneliti BRIN, Awal Riyanto, menekankan pentingnya temuan ini dalam memperkaya pengetahuan tentang keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya reptil fosorial yang jarang diteliti.

"Temuan ini menunjukkan bahwa masih banyak keragaman reptil Indonesia, yang belum terungkap, terutama di wilayah Wallacea yang menjadi hotspot keanekaragaman hayati" ujarnya.

Dari laman BRIN diketahui bahwa, karena sifatnya yang endemik dan keterbatasan habitat, Dibamus oetamai berpotensi rentan terhadap deforestasi.

Oleh karena itu, perlindungan kawasan seperti Hutan Lindung Lambusango dinilai sangat penting, sebagai upaya untuk menjaga kelestarian spesies ini. (ney)

Editor : Aditya Novrian
#penemuan #BRIN #penelitian #spesies baru