RADAR MALANG – Hujan lebat disertai angin kencang, menyelimuti area kawasan Terminal Kalimas, Surabaya pada Rabu dini hari (11/2). Peristiwa alam tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas pergudangan rusak hingga porak poranda.
Sub Regional Head jawa PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Purwanto Wahyu Widodo menuturkan bahwa kerusakan parah terjadi di gudang 611 yang kosong dan gudang 612 yang berisi komoditas.
Situasi tersebut menyebabkan akses keluar-masuk di Pos Kalimas sempat mengalami gangguan. Langkah tanggap darurat kemudian dilakukan, PT Pelindo Regional 3 melakukan pengamanan dan penutupan kargo untuk mencegah dampak lanjutan.
“Kami memberlakukan kebijakan rekayasa lalu lintas operasional dengan skema in dan out untuk memastikan kelancaran aktivitas logistik. Saat ini, proses evakuasi fasilitas rusak terus dilakukan,” terang Purwanto, dilansir dari JawaPos.com, Rabu (11/2).
Dia juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Selain itu, pembersihan area terdampak, perbaikan jaringan listrik, serta pemulihan sistem pendukung operasional di kawasan Kalimas terus dilakukan.
“Fokus utama kami adalah pengamanan kargo pelanggan, percepatan pemulihan fasilitas, serta menjaga kelancaran operasional. Secara umum, kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Kalimas tetap berjalan normal,” imbuhnya.
Di sisi lain, Branch Manager Kalimas Subholding Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya mengungkapkan bahwa proses penanganan pasca insiden yang dilakukan Pelindo tidak mengganggu kegiatan operasional Kalimas.
“Kami langsung melakukan langkah mitigasi segera setelah kejadian, termasuk penutupan kargo serta pengamanan area gudang yang terdampak. Saat ini, aktivitas bongkar muat di Terminal Kalimas tetap lancar,” tutur Ana.
Cuaca ekstrem ini sudah diperkirakan oleh BMKG. Hal ini disebabkan oleh pengaruh Monsun Asia dan dinamika atmosfer yang akan melanda wilayah Jawa Timur hingga Februari 2026.
Baca Juga: Hidup Bukan Cuma Soal Produktif! Yuk Pahami Pentingnya Work-Life Balance
Penulis: Marsha Nathaniela
Editor : Aditya Novrian